Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
16 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
19 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
19 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
5 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Sepakbola
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Home  /  Berita  /  Cendekia

Jokowi Diapresiasi Sana-Sini

Jokowi Diapresiasi Sana-Sini
Ilustrasi Jokowi. (gambar: ist./katta.id)
Selasa, 18 Mei 2021 07:55 WIB
JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengatakan bahwa hasil tes wawasan kebangsaan terhadap pegawai KPK hendaknya menjadi masukan untuk langkah-langkah perbaikan KPK, baik terhadap individu-individu maupun institusi KPK.

"Dan tidak serta-merta dijadikan dasar untuk memberhentikan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos tes," kata Jokowi dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden sebagimana dikutip GoNEWS.co, Selasa (18/5/2021).

Pernyataan yang mencerminkan sikap resmi Istana itu, diapresiasi oleh publik. Pengamat Politik, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan pada kompas.com, "Apa yang disampaikan Presiden ini yang sebenarnya ditunggu publik,".

"Presiden telah mengambil sikap yang tepat, sehingga trust pemerintah Jokowi terhadap agenda pemberantasan korupsi clear," kata Pangi.

Senada dengan Pangi, Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai, Jokowi telah memberi sebersit harapan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Pernyataan Jokowi itu tentu patut diapresiasi. Sebab, TWK yang dilakukan terkesan politis dan sengaja dibuat untuk menyingkirkan kelompok Novel Baswedan," kata Jamil dalam sebuah pernyataan.

Sejak mula, Jamil sudah menyatakan bahwa karyawan KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan tidak serta merta memiliki wawasan kebangsaan yang rendah. Sebab, alat tes (instrumen) yang digunakan juga diragukan mampu mengukur wawasan kebangsaan seseorang.

"Dalam bahasa riset, alat ukur yang digunakan diragukan validitasnya," terang Jamil.

Seperti diketahui, 75 pegawai KPK termasuk Novel Baswedan dinyatakan tak lulus tes wawasan kebangsaan dalam proses alih status menjadi aparatur sipil negara.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kampus, Parlemen, Cendekia
wwwwww