Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
17 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
6 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Balai Kota

RS Layani Tes Antibodi Pasca Vaksinasi, Kemenkes Tunggu Rekomendasi Organisasi Profesi

RS Layani Tes Antibodi Pasca Vaksinasi, Kemenkes Tunggu Rekomendasi Organisasi Profesi
Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi dalam suatu kesempatan. (foto: dok. ist.)
Minggu, 18 April 2021 12:43 WIB
JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, Kemenkes tidak meregulasi suatu layanan medis di RS (Rumah Sakit). Pernyataan ini menyusul adanya RS yang membuka layanan tes antibodi pasca vaksinasi Covid-19 sementara pakem internasional belum ada.

"RS kan punya komite. Kemenkes tidak meregulasi suatu layanan itu boleh atau tidak," kata Nadia kepada GoNEWS.co, Minggu (18/4/2021)

Kemenkes Republik Indonesia, kata Nadia, masih menunggu apakah ada rekomendasi dari organisasi profesi. "Harusnya organisasi profesi itu dulu yang memberi masukan,".

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini belum ada pengujian standar internasional yang direkomendasikan Badan Kesehatan Dunia/WHO terkait pemeriksaan kadar antibodi pasca vaksinasi. Angka yang kecil titer antibodi bukan berarti tidak memberikan efek proteksi. Tapi yang pasti terkait vaksin yang digunakan, Sinovac misalnya, memiliki tingkat efikasi vaksin 65 persen, dan kadar imunogenisitas di atas 90-95 persen.

Sehingga, kata Nadia, dirinya juga pernah menyatakan bahwa masyarakat yang telah divaksin hingga suntikan ke-2 sebenarnya tidak perlu melakukan tes antibodi untuk mengecek titer antibodi mereka.

"Apalagi kalau nantinya malah bingung. Misalnya dia mendapati antibodinya rendah, terus mau apa? Mau suntik vaksin ketiga?" ujarnya ringan.

Adapun RS yang melayani tes antibodi setidaknya ada Primaya Hospital sebagaimana informasi yang tertera dalam tautan https://primayahospital.com/press-release/cek-kekebalan-tubuh/.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kesehatan, Kampus, Balai Kota
wwwwww