Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
23 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
22 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
23 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
2 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  Kampus

Korban Tewas Akibat Gempa di Sulbar Jadi 45 Orang

Korban Tewas Akibat Gempa di Sulbar Jadi 45 Orang
Tim pencari mengevakuasi korban gempa di Sulawesi Barat. (cnnindonesia)
Sabtu, 16 Januari 2021 13:09 WIB
JAKARTA -- Jumlah korban meninggal akibat gempa magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat (Sulbar) sudah mencapai 45 orang hingga Sabtu (16/1/2021) pagi.

''Hingga pagi ini total 45 meninggal dunia, yakni 36 di Mamuju dan 9 orang di Majene,'' kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarna Mamuju, Saidar, Sabtu pagi, seperti dikutip dari tribunnews.com,

Dituturkan Saidar, diperkirakan sebanyak 2.000 orang mengungsi ke 5 titik pengungsian di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.

Sarana dan prasarana yang diturunkan, papara Saidar, ada 11 rescue car, 9 truck personil, 19 motor trail, 1 kapal SAR, dan 3 RB juga 1 mobil komunikasi.

Dikutip dari CNN Indonesia, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, pihaknya telah mendapatkan sejumlah informasi terkait kebutuhan korban gempa di Mamuju dan Majene, mulai dari obat-obatan, perlengkapan operasi bagi korban yang terluka parah dan patah tulang, serta sejumlah vitamin.

Sebelumnya, gempa kuat melanda Mamuju dan Majene selama dua hari berturut-turut. Gempa pertama terjadi pada Kamis, 14 Januari sekitar pukul 14.30 Wita dengan magnitudo 5,9. Gempa kedua mengguncang tanah Sulawesi Barat dan beberapa provinsi tetangga dengan magnitudo 6,2 pada Jumat ,15 Januari, sekitar pukul 02.28 Wita.

Ketua Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan, gempa pertama di Mamuju dan Majene menimbulkan skala intensitas getaran sebesar V - VI MMI di Majene dan IV - V MMI di Mamuju. Sementara, gempa kedua menimbulkan skala intensitas sebesar V - VI di Majene dan Mamuju.

Getaran gempa terasa hingga beberapa daerah di Sulawesi, antara lain Palu, Mamuju Tengah, Mamuju Utara, Palu, dan Mamasa dengan skala intensitas sebesar III - IV MMI. ''Artinya benda-benda terpelanting,'' kata Dwikorita dalam konferensi pers yang digelar BMKG pada Jumat (15/1/2021). ***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews dan cnnindonesia
Kategori:Warga Bertuah, Kampus
wwwwww