Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
24 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
22 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
24 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
3 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Djoko Pekik Kasih Solusi Atasi Kasus Pengaturan Skor

Djoko Pekik Kasih Solusi Atasi Kasus Pengaturan Skor
Ketua Apkori, Prof Djoko Pekik Irianto
Senin, 11 Januari 2021 20:00 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Asosisi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori), Prof Djoko Pekik Irianto merasa prihatin dengan adanya tuduhan delapan pemain bulutangkis Indonesia terlibat dalam pengaturan skor (match fixing). Makanya, dia meminta PBSI mengurus tuntas kasus yang telah mencederai jiwa sportivitas.

"Saya prihatin dan menyesalkan terjadinya match fixing. PP PBSI harus mengurus tuntas dan menindak semua pihak yang terlibat dalam pengaturan skor itu," kata Djoko Pekik Irianto dalam siaran persnya yang diterima Gonews.co Group, Senin (11/1/2021).

Mantan Deputi IV Kemenpora ini mengapresisasi tindakan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) yang telah mengambil tindakan tegas terhadap pemain yang terlibat pengaturan skor. "Saya apresiasi tindakan yang diambil BWF," tegasnya.

Untuk mengatasi masalah pengaturan skor dalam bulutangkis, Djoko Pekik memberikan solusi dengan merevitalisasi pembinaan mulai dari klub, diklat hingga pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Selain itu, dia juga mengusulkan reorientasi proses pelatihan dengan menekankan total training, tidak hanya pelatihan fisik, teknik, taktik dan mental. Namun juga menyangkut pelatihan attitude dan karakter.

"Pelatih juga harus menanamkan life education kepada semua atlet (manajamen diri, moral, etik dan value). Dan, PP PBSI perlu melakukan coaching education pada semua atlet dan pelatih," katanya.

Terlepas dari hal-hal tersebut, Djoko Pekik menyarankan agar PBSI memgambil langkah bijak terhadap 8 atlet terkena sanksi. Misalnya, menerapkan therapy psikolgis.

Sehubungan adanya kasus match fixing itu, Wakil Sekjen PP PBSI, Eddy Sukarno telah menerima tiga dari delapan pemain yang terlibat dalam kasus pengaturan skor di Pelatnas Bulutangkis Indonesia di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (11/1/2021).

Tiga pemain yang datang tersebut adalah Agripinna Prima Rahmanto Putra, Mia Mawarti, dan Putri Sekartaji. Sementara lima pemain lain yang dihukum adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Afni Fadilah, dan Aditya Dwiantoro.

Dua dari tiga pemain tersebut, yaitu Agripinna dan Mia akhirnya memilih mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss. Mereka banding karena merasa tidak bersalah melakukan rekayasa hasil pertandingan atau berjudi. Sementara Putri Sekartaji tidak melakukan banding dan menerima hukuman, meski duhukum 12 tahun skorsing dan denda 12.000 dolar AS.

"Mereka masih sebagai warga PBSI, maka ketika mereka meminta bantuan dan perlindungan, tentu kita bantu dan dampingi," kata Eddy dalam keterangan di WA Grup PBSI.

Memori banding tersebut, menurut Eddy, setelah ditandatangani pemain akan segera dikirim. Hal ini sebagai bentuk bahwa PBSI tidak lepas tangan terhadap warganya yang tengah terlilit kasus. ***

wwwwww