Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
14 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
3
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
14 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pengelolaan Aset Negara harus Dibenahi, menurut Guspardi

Pengelolaan Aset Negara harus Dibenahi, menurut Guspardi
Legislator fraksi PAN DPR RI dapil Sumbar II/Anggota Komisi II DPR RI, Anggota Baleg DPR RI, Guspardi Gaus dalam sebuah kesempatan. (foto: ist.)
Selasa, 08 Desember 2020 16:33 WIB

JAKARTA - Anggota fraksi PAN DPR RI, Guspardi Gaus, mendorong pemerintah untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan aset negara.

"Perjanjian dengan pihak ketiga, itu harus jelas, transparan, mengenai berbagai hal termasuk juga jangka waktunya," kata Guspardi kepada GoNews.co, Selasa (8/12/2020).

Bagaimana pun, pengeolaan aset negara penting untuk dibenahi bersama. "karena sebagaimana kita tahu, pendapatan negara kita dari pengelolaan aset negara menurun sebanyak 47 persen di tahun 2020 ini,".

Guspardi mengungkapkan, dalam rapat Komisi II DPR RI bersama pemerintah pada Senin, persoalan mengenai lahan aset negara di kawasan Senayan Jakarta Selatan dan Kemayoran Jakarta Pusat, kembali mengemuka.

"Ini juga menjadi soal yang dibahas dalam rapat 28 Januari lalu," kata Guspardi.

Beberapa lahan aset negara, kata Guspardi, belum dikelola sama sekali padahal perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga sudah dijalin.

"Ini kan negara kita rugi, harusnya dapat bagi hasil jadi tidak," kata Guspardi.

Lemahnya manajemen pengelolaan aset negara, kata Guspardi, juga terlihat dari banyaknya lahan yang akhirnya dikuasai oleh masyarakat.

"Hal-hal seperti inilah yang saya kritisi," kata legislator daerah pemilihan Sumatera Barat (Sumbar) II itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Parlemen, Kampus, GoNews Group
wwwwww