Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
23 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
22 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
23 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
2 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  GoNews Group

PSBB sebagai Kebijakan Setengah-Setengah Ternyata Tak Bisa Jaga Perusahaan-Perusahaan Tetap Hidup, kata Ketua MPR

PSBB sebagai Kebijakan Setengah-Setengah Ternyata Tak Bisa Jaga Perusahaan-Perusahaan Tetap Hidup, kata Ketua MPR
Ketua MPR RI/Politisi Golkar, Bambang Soesatyo alias Bamsoet (tengah). (foto: zul/gonews.co)
Kamis, 03 Desember 2020 13:01 WIB
JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo menyatakan, bangsa Indonesia telah kehilangan waktu hampir setahun untuk produktif di tengah hantaman pandemi Covid-19.

"Ini Pak Menko (Menko PMK RI Muhadjir Effendy), Setahun kita tidak sepenuhnya produktif," kata politisi Golkar yang akrab disapa Bamsoet itu, saat berdiskusi dengan Muhadjir dan insan pers di Senayan, Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Pemerintah, kata Bamsoet, memutuskan antara menyelamatkan rakyat dari penyebaran Covid-19 dan juga menyelamatkan rakyat dari hantaman ekonomi dengan kebijakan psbb (pembatasan sosial berskala besar).

"Kegiatan ekonomi harus tetap dijaga, sehingga keluarlah kebijakan psbb. Setengah lockdown. Beberapa negara menerapkan lockdown total, tapi dampaknya ekonomi juga hancur lebur, kita setengah-setengah, psbb," ujar Bamsoet.

"Nah, pertanyaannya kemudian apakah (psbb, red) ini dapat mempertahankan pabrik-pabrik, perusahaan-perusahan tetap hidup? Ternyata tidak Pak Menko," lanjut Bamsoet.

Dampaknya, menurut Bamsoet, terpotret dari tingginya angka penganguran. "Angka terakhir tadi mencatat, Oktober kemarin kurang lebih 6,4 juta pekerja yang dirumahkan atau mengalami phk (pemutusan hubungan kerja, red)".

Kemudian, lanjut Bamsoet, merujuk pada data Kementrian Keuangan RI, pandemi Covid-19 telah menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran sebanyak 2,67 juta orang, "hingga per November, jumlah pengangguran Indonesia mencapai 9,77 juta,".

"Dan perkiran Kadin (Kamar Dagang Indonesia), akhir Desember 2020 ini, memasuki awal tahun 2021, akan bertambah lagi hingga 12 juta orang penganggur," kata Bamsoet.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pasar & Niaga, Parlemen, Kampus, GoNews Group
wwwwww