Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
19 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
3
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
19 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Home  /  Berita  /  Cendekia

Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir

Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
Jum'at, 14 Agustus 2020 21:22 WIB
GRESIK - Pengusaha truk Maftuhin yang tinggal di Desa Serah, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menganiaya takmir masjid bernama Imron (45). Tak hanya memukul, Maftuhin juga menarik kemaluan Imron.

Kejadian bermula dari Imron hendak memesan pasir kepada Maftuhin pada 13 Oktober 2019. Pasir itu untuk rencana buat merenovasi bangunan masjid.

Setelah dicek, ternyata kualitas pasirnya mengecewakan Imron. Imron yang tinggal sedesa dengan Maftuhin lantas mengurungkan niat membeli pasir itu.

Tapi Maftuhin tidak menyerah. Dia mengajak Imron melihat langsung proses pengambilan pasir di Kecamatan Dukun untuk meyakinkan.

Setelah melihat lokasi pengambilan pasir, Imron tetap keukeuh tidak mau membeli dari Maftuhin.

Lama-lama suasana menjadi panas. Mereka terlibat cekcok. Maftuhin naik pitam. Maftuhin menganiaya Imron di Jalan Desa Tebuwung dan di dekat waduk Desa Sawo.

Tak terima kekerasan yang dilakukan Maftuhin, Imron pun lapor polisi. Kasus itu pun diproses dan sekarang sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

"Iya betul, berkas dan tersangka sudah kami limpahkan ke kejaksaan Rabu kemarin," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Dukun Brigadir Polisi Kepala Reza Wahyu Winastiko, Jum’at (14/8/2020).***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:TimesIndonesia
Kategori:Warga Bertuah, Cendekia
wwwwww