Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
20 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
19 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
20 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

BPIP Dianggap Alay Ingin Sosialisasi Pancasila Lewat Tik Tok, Gerindra: Bahaya Ini

BPIP Dianggap Alay Ingin Sosialisasi Pancasila Lewat Tik Tok, Gerindra: Bahaya Ini
Rabu, 19 Februari 2020 12:47 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule merasa kaget dengan rencana Kepala BPIP yang akan menggunakan media sosial Tik Tok untuk mensosialisasikan Pancasila.

"Waduh, pakai Tik Tok. Kok Alay, ini arahan Presiden macam mana?" tanya Iwan Sumule yang kaget mendengar kabar tersebut kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Ia pun mengingat-ingat sebuah artikel yang memberitakan bahaya penggunaan Tik Tok. Menurut artikel tersebut aplikasi Tik Tok sering digunakan untuk penipuan dan pengaburan fakta.

"Jika benar tentang aplikasi Tik Tok demikian, bahaya benar aplikasi itu digunakan untuk kepentingan negara. Iya nggak sih?" ujarnya.

Sebelumnya, Yudian mengatakan bahwa BPIP akan menggunakan media sosial untuk fokus kepada generasi milenial sesuai permintaan Jokowi.

"Alatnya itu maksud saya ada Youtube, ada Blogger, ada pokonya medsos yang sekarang digital lah. Ya termasuk Tik Tok segala macam itu," kata Yudian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Sebelumnya, Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengatakan pihaknya berencana menggunakan sejumlah platform media sosial (medsos) untuk menyosialisasikan Pancasila ke generasi muda. Platform media sosial yang akan digunakan mulai dari Youtube, Blog, hingga Tiktok.

"Alatnya itu maksud saya ada Youtube, ada Blogger, ada pokoknya medsos yang sekarang digital lah. Digital mode ini kita pakai, sehingga nanti akan ada, ya termasuk Tiktok segala macam itu," kata Yudian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/2).

Yudian mengatakan langkah itu diambil untuk menjawab permintaan Presiden Joko Widodo yang ingin BPIP fokus kepada generasi milenial.

"Dalam hal ini pak Presiden sangat berkali-kali menekankan kita fokus di sini, karena ada generasi milenial yang 129 juta jiwa yang kira-kira terputus dari dua sisi," kata Yudian menambahkan.

Selain medsos, Yudian tak menutup kemungkinan menyosialisasikan dan membumikan Pancasila menggunakan media seperti film dan musik. BPIP, kata dia, juga hendak menggunakan kompetisi-kompetisi olahraga untuk menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila.

Rektor UIN Sunan Kalijaga itu berkata pihaknya ingin menyampaikan nilai Pancasila tanpa memaksakan melalui metode indoktrinasi. Sehingga, kata dia, maka dipilih cara-cara yang lebih ramah dengan generasi muda.

"Dengan cara yang sesuai dengan psikologi anak-anak, generasi milenial," tuturnya.***

wwwwww