Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
6 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
4
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
5 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Erdogan Hapus Larangan Hijab Bagi Militer Turki

Erdogan Hapus Larangan Hijab Bagi Militer Turki
Setelah polisi wanita, kini milter Turki pun boleh mengenakan hijab. (foto: google)
Kamis, 23 Februari 2017 10:15 WIB

KAIRO - Pemerintah Turki akhirnya menghapus larangan pemakaian kerudung di militer, Rabu (22/2/2017). Ini adalah institusi terakhir yang menjalani penghapusan larangan berhijab.

Peraturan tersebut pertama kali diterapkan pada 1980an. Namun Presiden Recep Tayyip Erdogan berargumen larangan itu menyatakan ketidakbebasan dari masa lalu.

Kebijakan ini pun terus jadi perdebatan selama beberapa tahun kebelakang. Para sekularis menyebut kerudung sebagai simbol agama konservatif.

Mereka juga menuduh Erdogan mendorong agenda-agenda Islami. Ia mengubah sekolah-sekolah jadi tempat religius sebagai bagian untuk mencetak generasi-generasi Islam.

Selama satu dekade terakhir, larangan pemakaian simbol agama Islam dihapuskan dari sekolah, universitas dan layanan pemerintahan. Pada Agustus, larangan dihapuskan dari kepolisian.

Kontributor BBC, Mark Lowen di Istanbul mengatakan kubu sekuler Turki saat ini merasa dikucilkan. Mereka menuduh pemerintah hanya untuk kaum konservatif dengan basis dukungan religius.

Pihak konservatif menyebut larangan simbol keagamaan telah melanggar kebebasan ekspresi individu. Kebijakan baru ini telah membuat sejumlah personil militer perempuan langsung mengenakan hijab.

Dilansir Hurriyet Daily News, kerudung diharuskan memiliki warna yang sama dengan seragam dan tidak bermotif. Penutup kepala ini dikenakan di bawah topi atau baret.

Peraturan ini baru secara resmi diterapkan jika sudah dipublikasikan di berita pemerintahan.(rol)

Editor:Arie RF
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah
wwwwww