Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
6 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
4
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
5
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
5 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Arab Saudi Tertarik Kembangkan Wisata Syariah di Sumatra

Arab Saudi Tertarik Kembangkan Wisata Syariah di Sumatra
Jam Gadang, salah satu icon Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.
Kamis, 23 Februari 2017 09:34 WIB

BADUNG - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong mengatakan, implementasi Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) untuk gelombang berikutnya akan lebih berfokus pada sektor jasa, salah satunya pariwisata.

Pemerintah berencana menawarkan pengembangan kawasan wisata syariah di Sumatra kepada investor yang tertarik, seperti Arab Saudi.

"Arab Saudi tertarik mengembangkan pariwisata di bagian barat Indonesia, seperti Sumatra Barat dan Belitong," kata Lembong dijumpai di Nusa Dua, Bali, Rabu (22/2/2017).

Lembong mengatakan, konsep pengembangan kawasan wisata syariah di Sumatra memanfaatkan kedekatan Indonesia secara geografis dengan Malaysia dan Singapura.

Malaysia sukses menarik kunjungan tertinggi dari wisatawan mancanegara (wisman) asal negara Timur Tengah.

"Jika kita bersinergi, kita bisa menawarkan destinasi tambahan, seperti di Belitong, Bukit Tinggi, dan Padang," kata Lembong.

Ini akan memperkaya pilihan yang ditawarkan Malaysia kepada wisman yang berkunjung ke sana. Pengurusan izin kawasan wisata ini, kata Lembong nantinya diupayakan mendapat kemudahan layanan cepat, maksimal tiga jam.

Indonesia tahun lalu menyapu bersih 12 kategori World Halal Tourism Award (WHTA). Ini tentunya menjadi kemenangan bagi pemerintah dan stakeholder pariwisata dalam negeri untuk memaksimalkan wisata halal atau berbasis syariah di Indonesia.

Perusahaan asal Inggris yang bergerak di bidang konsultasi investasi, Maarij Capital misalnya, tertarik mengembangkan wisata halal di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Provinsi yang dikenal dengan nama Pulau Seribu Masjid itu saat ini tengah gencar mengembangkan segmen baru dalam bidang pariwisata, yaitu wisata halal.(rol)

Editor:Arie RF
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group
wwwwww