Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
4
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
5 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
4 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Kenapa Masjid Istiqlal Dibangun di Depan Gereja Katedral? Ternyata Ini Alasannya...

Kenapa Masjid Istiqlal Dibangun di Depan Gereja Katedral? Ternyata Ini Alasannya...
Masjid Istiqlal
Kamis, 23 Februari 2017 08:53 WIB

JAKARTA - Bertepatan dengan milad ke-39 Masjid Raya Istiqlal, penting rasanya untuk mengingat kembali sejarah pembangunan masjid yang terletak di jantung ibu kota ini.
Tujuannya untuk memperteguh kembali nilai-nilai yang terkandung di balik perjalanan panjang berdirinya Istiqlal.

Kata pluralisme menjadi salah satu nilai utama dari keberadaan Istiqlal. Masjid yang mulai dibangun pada Agustus 1951 ini sangat kental dengan nilai-nilai pluralisme.

Tidak hanya karena perancangnya yang tak lain Frederich Silaban, seorang Kristen Protestan, tapi juga letaknya yang berdampingan dengan Gereja Katedral Jakarta. Ini semakin mempertegas Indonesia sebagai negeri yang mampu merawat keberagaman dan perbedaan.

"Kenapa Istiqlal dibangun di sini bukan di Tanah Abang? Untuk memberikan suatu tekanan dalam toleransi beragama. Di depannya Katedral, di sebelah sana gereja besar," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberikan pidatonya dalam perayaan Milad ke-39 Masjid Raya Istiqlal, Rabu (22/2) semalam.

Masjid besar yang berlokasi di Jalan Katedral, Jakarta Pusat ini menjadi panutan bagi masjid lainnya. Perannya semakin berkembang seiring bergeraknya roda waktu dan zaman yang makin maju. Fungsi masjid harus disesuaikan dengan perubahan zaman.

"Harus memberi ketauladanan dengan contoh-contohnya. Fungsi sosial, pertemuan dan acara-acaranya harus dijalankan dengan tanggung jawab," kata JK.

Wapres kembali mengingatkan agar masjid menjadi tempat yang menyejukkan bagi umat muslim dan masyarakat. Masjid juga ikut bertanggungjawab atas perubahan sosial kemasyarakatan. Sebab, tuntunan hidup bermasyarakat datang dari masjid melalui dakwah yang menyejukkan hati.

"Masjid tanggung jawabnya kepada masyarakat tidak ke pemerintah. Harus bisa membedakan antara munkar dan makar, kalau perilaku yang korup itu munkar kalau menggulingkan sesuatu nah makar itu. Tidak bisa diterima," katanya sambil tertawa. (mdk)

Editor:Arie RF
Sumber:merdeka.com
Kategori:Kabar Bertuah, GoNews Group
wwwwww