Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
6 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi

10 Ribu Pengungsi Palestina di Damaskus Terancam Kelaparan dan Dehidrasi

10 Ribu Pengungsi Palestina di Damaskus Terancam Kelaparan dan Dehidrasi
Pengungsi Palestina. (republika)
Minggu, 17 April 2016 08:44 WIB
DAMASKUS - Lembaga Bantuan PBB dan Badan Pekerjaan untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan pada Sabtu (16/4), warga sipil di kamp pengungsi Palestina di pinggiran Damaskus terancam kelaparan dan dehidrasi.

Sejauh ini UNRWA memperkirakan ada 10 ribu warga sipil yang berada di kamp Yarmouk di pinggiran selatan Damaskus.

"Apapun persediaan makanan dan air mereka telah lama habis. Mengingat pertempuran yang intens, risiko besar seperti cedera serius dan kematian mencegah warga sipil meninggalkan rumah mereka untuk mencari makanan, air atau menjalani pengobatan medis," kata UNRWA dalam sebuah pernyataan.

Kondisi keamanan yang genting juga membuat UNRWA sulit melanjutkan misi kemanusiaan ke daerah yang berdekatan dengan wilayah Yalda itu. UNRWA mengatakan pertempuran intens berlangsung di wilayah paling padat penduduknya di Yarmouk. Mereka menggunakan senjata berat dan bahan peledak.

Syrian Observatory for Human Rights mengatakan sebagian besar wilayah Yarmouk kini berada di bawah kendali Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).***

Editor:sanbas
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww