Bersihkan Puing Gudang Rudal di Bawah Tanah, Logistik Militer Iran Pulih
![]() |
| Ilustrasi (net) |
JAKARTA - Citra satelit terbaru mengungkap langkah cepat Iran dalam merekonstruksi aset pertahanan dan fasilitas militer yang sempat hancur akibat gempuran udara dari Amerika Serikat maupun Israel. Berdasarkan rilis Wall Street Journal (WSJ) Kamis (23/7/2026), pemulihan operasional dan logistik militer Teheran berjalan melampaui perhitungan para pengamat internasional, yang divalidasi melalui komparasi gambar dari Planet Labs dan Airbus selama beberapa bulan terakhir.
Menyelamatkan Stok Persenjataan Strategis
WSJ melaporkan bahwa serangan AS dan Israel selama ini mayoritas hanya menghancurkan pintu masuk gudang rudal bawah tanah tanpa melumpuhkan bangunan utama di dalamnya. Kondisi ini terlihat di fasilitas Dezful dan Kangavar. Pascapengeboman, reruntuhan material mengubur akses masuk, tetapi gambar terbaru Airbus memastikan puing-puing tersebut telah dibersihkan sepenuhnya.
Peneliti dari Universitas King's College London sekaligus mantan analis CIA, Jim Lamson memaparkan pandangannya terkait proses ini. Menurutnya, fasilitas produksi komponen rudal tingkat tinggi seperti serat karbon lazimnya membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga tahunan untuk dibangun ulang. Namun, ia menduga Iran telah menyetok komponen-komponen vital tersebut di bunker bawah tanah mereka, terangnya.
Aktivitas Berlanjut Pascagencatan Senjata
Eskalasi di Timur Tengah kembali memanas meskipun Washington dan Teheran sempat menandatangani memorandum penghentian konflik menjelang 18 Juni lalu. Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangan baru sejak 8 Juli, yang disebut sebagai respons langsung atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Iran merespons serangan itu dengan menargetkan pangkalan militer AS di kawasan tersebut. Terkait dinamika ini, Presiden AS Donald Trump memastikan kesepakatan gencatan senjata di antara kedua negara sudah tidak berlaku. Trump juga mengakui bahwa Iran masih mempertahankan kemampuan militer mereka di tengah sanksi dan gempuran udara.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | republika.co.id |
| Kategori | : | Kuliner |











