Perak dan Paladium Menguat, Saat Harga Emas Terkoreksi Turun
![]() |
| Ilustrasi (net) |
JAKARTA - Ketegangan geopolitik AS-Iran serta naiknya harga energi membuat pasar logam dunia bergerak dua arah, Selasa (21/7/2026). Emas tercatat melemah, sementara logam mulia lainnya meraup keuntungan.
Daya tarik emas memudar seiring naiknya yield US Treasury 10-tahun sebesar 0,4 persen dan Indeks Dolar AS (DXY) sebesar 0,2 persen. Berikut rincian harga komoditas logam:
- Emas spot: Melemah 0,2 persen ke level 4.007,91 Dolar AS per ons.
- Emas berjangka AS (pengiriman Agustus): Terkoreksi 0,1 persen menjadi 4.015,90 Dolar AS per ons.
- Perak spot: Melesat 1,2 persen ke 56,55 Dolar AS per ons.
- Paladium: Terkerek 0,9 persen ke 1.258,83 Dolar AS per ons.
- Platinum: Menguat 0,1 persen ke 1.592,86 Dolar AS per ons.
Faktor non-moneter seperti blokade laut Houthi di Arab Saudi dan serangan Iran ke aset AS membuat harga minyak Brent melonjak. Hal ini memicu risiko inflasi global, yang menekan daya tarik emas karena logam kuning ini tidak memberikan imbal hasil bunga.
Data dari FedWatch Tool CME Group mencatat bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga AS untuk bulan Desember telah menyentuh 83 persen. Angka ini naik signifikan dari posisi pekan lalu yang berada di 73 persen, sehingga memanaskan perdebatan jelang rapat The Fed yang dipimpin Chairman Kevin Warsh.
Merespon situasi ini, Meger memproyeksikan The Fed kemungkinan besar akan menitikberatkan langkah pada penyesuaian neraca. Apabila pasar menyambut positif langkah tersebut, hal ini diyakini mampu menjadi pendorong bangkitnya kembali harga emas dunia.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | rmol.id |
| Kategori | : | Pasar & Niaga, Keuangan |











