Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
15 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Keuangan

Perak dan Paladium Menguat, Saat Harga Emas Terkoreksi Turun

Perak dan Paladium Menguat, Saat Harga Emas Terkoreksi Turun
Ilustrasi (net)
Selasa, 21 Juli 2026 07:36 WIB

JAKARTA - Ketegangan geopolitik AS-Iran serta naiknya harga energi membuat pasar logam dunia bergerak dua arah, Selasa (21/7/2026). Emas tercatat melemah, sementara logam mulia lainnya meraup keuntungan.

Daya tarik emas memudar seiring naiknya yield US Treasury 10-tahun sebesar 0,4 persen dan Indeks Dolar AS (DXY) sebesar 0,2 persen. Berikut rincian harga komoditas logam:

  • Emas spot: Melemah 0,2 persen ke level 4.007,91 Dolar AS per ons.
  • Emas berjangka AS (pengiriman Agustus): Terkoreksi 0,1 persen menjadi 4.015,90 Dolar AS per ons.
  • Perak spot: Melesat 1,2 persen ke 56,55 Dolar AS per ons.
  • Paladium: Terkerek 0,9 persen ke 1.258,83 Dolar AS per ons.
  • Platinum: Menguat 0,1 persen ke 1.592,86 Dolar AS per ons.

Faktor non-moneter seperti blokade laut Houthi di Arab Saudi dan serangan Iran ke aset AS membuat harga minyak Brent melonjak. Hal ini memicu risiko inflasi global, yang menekan daya tarik emas karena logam kuning ini tidak memberikan imbal hasil bunga.

Data dari FedWatch Tool CME Group mencatat bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga AS untuk bulan Desember telah menyentuh 83 persen. Angka ini naik signifikan dari posisi pekan lalu yang berada di 73 persen, sehingga memanaskan perdebatan jelang rapat The Fed yang dipimpin Chairman Kevin Warsh.

Merespon situasi ini, Meger memproyeksikan The Fed kemungkinan besar akan menitikberatkan langkah pada penyesuaian neraca. Apabila pasar menyambut positif langkah tersebut, hal ini diyakini mampu menjadi pendorong bangkitnya kembali harga emas dunia.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Pasar & Niaga, Keuangan
wwwwww