Patroli Drone Ungkap Dugaan Perusakan Kawasan Hutan Produksi Terbatas Rokan Hilir
![]() |
| Perhatian publik kini tertuju pada Kepenghuluan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir. |
Penulis: M Rafdinal Adrianto
PEKANBARU - Perhatian publik kini tertuju pada Kepenghuluan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir. Sebuah laporan menyoroti dugaan pembukaan lahan mangrove besar-besaran yang diperkirakan mencapai 90 hingga 100 hektare di wilayah tersebut.
Aktivitas yang diduga sudah merambah kawasan pesisir sejak Februari 2026 ini langsung direspon cepat oleh otoritas terkait guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah.
Turunnya Tim Gakkum KLHK
Pemerintah tidak tinggal diam melihat ancaman deforestasi di wilayah pesisir. Penyelidikan awal telah dilakukan dengan menerjunkan teknologi pemantauan udara.
- * Pantauan Udara: Tim dari pemerintah provinsi telah melakukan pengecekan menggunakan drone untuk memetakan area yang terdampak.
- * Cek Lapangan: Pemeriksaan dilanjutkan ke tingkat tapak oleh Tim Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama instansi terkait.
Hal ini sangat krusial mengingat kawasan yang diduga dirambah merupakan bagian dari Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK).
Reaksi Kapolda dan Aparat Desa
Melihat besarnya dampak ekologis yang ditimbulkan, Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan langsung memberikan peringatan keras.
"Dugaan perusakan hutan mangrove menjadi perhatian serius. Mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam melindungi garis pantai, menjaga habitat berbagai biota, serta mempertahankan keseimbangan lingkungan. Saya akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan perusakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ungkapnya.
Sementara itu, konfirmasi datang dari perwakilan pemerintah desa setempat terkait desas-desus perambahan tersebut.
"Memang membenarkan adanya informasi mengenai pembukaan lahan di kawasan tersebut. Namun, saya belum dapat memastikan luas kawasan yang terdampak karena belum melakukan peninjauan langsung ke lokasi," jelas Penjabat Penghulu Pasir Limau Kapas. ***
| Kategori | : | Warga Bertuah |







