Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
21 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
24 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
55 menit yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Kebijakan Anggaran Multiyears Jadi Fondasi Bangun Prestasi Taekwondo Indonesia

Kebijakan Anggaran Multiyears Jadi Fondasi Bangun Prestasi Taekwondo Indonesia
Richard Tampubolon saat menyerahkan medalipada SEA Games Thailand 2025. (Kemenpora)
Selasa, 07 Juli 2026 17:10 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan inisiatif Menpora Erick Thohir terhadap pelaksanaan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang yang didukung kebijakan anggaran multiyears.

Menurut Richard, kebijakan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan dan berorientasi pada prestasi di panggung dunia.

Dia menegaskan, bahwa keberhasilan olahraga tidak dapat dicapai melalui pembinaan jangka pendek. Oleh karenanya, Richard ingin terus membangun sistem yang mampu melahirkan atlet-atlet juara secara konsisten.

“Bangsa besar tidak menunggu lahirnya juara, tetapi menyiapkan lahirnya juara. Kita sedang membangun pabrik prestasi, bukan berburu keberuntungan,” ujar Richard dalam keterangannya yang diterima.

Richard menilai, kebijakan anggaran multiyears memberikan kepastian bagi pelaksanaan program pelatnas. Sehingga proses pembinaan dapat berjalan secara terencana, berkesinambungan, dan terukur.

Dengan konsep itu, lanjut dia, atlet dan pelatih dapat fokus menjalankan program tanpa terkendala ketidakpastian pendanaan. Lebih lanjut, Richard menyampaikan jika investasi di sektor olahraga harus dipandang sebagai investasi strategis bagi masa depan bangsa.

“Setiap rupiah yang ditanamkan untuk pembinaan atlet bukanlah biaya, melainkan investasi untuk kehormatan bangsa,” terangnya.

Richard pun optimis kebijakan tersebut akan mempercepat lahirnya atlet-atlet Indonesia yang mampu bersaing di level internasional.

Optimisme itu, kata dia, mulai terlihat dari capaian Taekwondo Indonesia yang berhasil meraih medali pada Kejuaraan Asia di Mongolia serta meloloskan tiga atlet ke Asian Games Nagoya 2026.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan, PBTI juga mematangkan persiapan penyelenggaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships tahun ini.

Richard berharap ajang tersebut melahirkan calon-calon atlet berprestasi dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pembinaan taekwondo. “Kami ingin dunia datang ke Indonesia bukan hanya untuk bertanding, tetapi untuk menyaksikan lahirnya calon-calon juara dunia dari Indonesia,” sebutnya.

Menutup pernyataannya, Richard menegaskan komitmen PBTI untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam membangun ekosistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.

Dia meyakini konsistensi kebijakan pelatnas jangka panjang dan dukungan anggaran multiyears akan menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara kuat di panggung olahraga dunia

“Saya percaya, jika konsistensi ini dijaga, Indonesia tidak hanya menjadi peserta di panggung dunia, tetapi menjadi negara yang diperhitungkan, disegani, dan mampu berdiri sejajar dengan kekuatan olahraga dunia,” pungkasnya. ***

wwwwww