Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
16 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
19 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Kampus

Status Gunung Anak Krakatau Naik Level III, Jarak Aman Lima Kilometer Diberlakukan

Status Gunung Anak Krakatau Naik Level III, Jarak Aman Lima Kilometer Diberlakukan
Gunung Anak Krakatau.
Jum'at, 03 Juli 2026 15:29 WIB

JAKARTA – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari level II (waspada) menjadi level III (siaga). Lonjakan aktivitas vulkanik di perairan Selat Sunda, antara Lampung dan Banten ini ditetapkan berdasarkan temuan visual serta instrumental yang menunjukkan kenaikan signifikan.

Data observasi merekam rentetan peningkatan gempa vulkanik, perubahan deformasi tubuh gunung, hingga gejolak di area permukaan. Berbagai indikator tersebut menjadi sinyal kuat pergerakan suplai magma menuju wilayah yang lebih dangkal.

"Peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya suplai magma ke permukaan, sehingga masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius yang telah direkomendasikan," ujar Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dilansir Antara, Jumat (3/7/2027).

Pemantauan menggunakan tiltmeter di berbagai stasiun pengamatan turut merekam kecenderungan inflasi. Fenomena tersebut menandakan terjadinya akumulasi tekanan magma di dalam tubuh gunung api.

Menyikapi eskalasi ini, Badan Geologi merekomendasikan larangan tegas bagi nelayan, masyarakat umum, maupun wisatawan untuk beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif. Area pembatasan ditetapkan guna menghindari risiko fatal dari erupsi dan lontaran material pijar.

Penduduk yang bermukim di sepanjang pesisir Selat Sunda diimbau memelihara ketenangan sekaligus meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti instruksi pemerintah daerah setempat. Seluruh instansi terkait juga didorong segera mematangkan langkah mitigasi serta memperkuat jalur koordinasi kebencanaan.

Sebagai bentuk kewaspadaan dini, pengawasan terhadap Gunung Anak Krakatau beroperasi secara intensif selama 24 jam penuh. Petugas menyiagakan jaringan seismik, instrumen deformasi, dan observasi visual agar setiap fluktuasi vulkanik dapat terdeteksi secara akurat.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kampus
wwwwww