Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
17 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
20 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Kampus

Evaluasi Besar BUMN, Prabowo Tutup 750 BUMN yang tak Hasilkan Laba

Evaluasi Besar BUMN, Prabowo Tutup 750 BUMN yang tak Hasilkan Laba
Presiden Prabowo Subianto. (youtube setpres ri)
Minggu, 28 Juni 2026 11:42 WIB

JAKARTA - Evaluasi besar-besaran terhadap operasional BUMN yang terus membebani keuangan negara terus dikebut. Presiden Prabowo Subianto berencana menutup ratusan perusahaan pelat merah demi mengamankan uang rakyat dari biaya operasional yang membengkak.

Kebijakan tegas ini diutarakan dalam forum penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 yang berlangsung di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Beban Negara Tanpa Keuntungan

Di hadapan para guru besar, Presiden Prabowo Subianto membacakan usulan mengenai pendanaan riset perguruan tinggi yang diharapkan bisa diambil dari sebagian keuntungan BUMN.

"Tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset ya, inovasi. Ini bagus ya, usul. Masalahnya, BUMN ini ada labanya nggak? Sekarang mulai ada? Terima kasih Danantara, ya, terima kasih. Satu tahun ini sudah mulai ada laba, ya," kata Prabowo.

Meski mulai ada perbaikan kinerja, ia menyoroti banyaknya perusahaan yang tidak untung namun para petingginya tetap menikmati gaji besar. Pemerintah kini bergerak cepat melakukan penertiban secara menyeluruh.

"Masalahnya kemarin ini BUMN-BUMN ini, ya kita sudah tahulah, ya, sudah lama jadi orang Indonesia saudara sudah mengerti. Ini sedang kita bersihkan, sedang kita tertibkan," tambahnya.

Kolaborasi Bersama BP BUMN

Pemangkasan drastis menjadi solusi utama yang disiapkan. Dari total 1.000 perusahaan, lebih dari separuhnya bersiap untuk dibubarkan.

"Dari 1.000 lebih BUMN sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300-lah. Gimana, Pak Dony? Ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250?" tanya Prabowo kepada Kepala BP BUMN Dony Oskaria yang tampak langsung mengangguk setuju dari bangku peserta.

Keputusan menutup 750 perusahaan ini dinilai sebagai langkah paling rasional untuk menyelamatkan tata kelola keuangan negara dari pengeluaran yang tidak masuk akal.

"Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. 750 dirut, 750 direksi kali 4 atau kali 5. 750 komisaris, dikali 10. Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa. Saudara-saudara, ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung hanya bayar overhead," tutupnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Kampus
wwwwww