Polri Usut 95 Ekspor Sawit ke China, Bos PT Mitra Mentari Sentosa Resmi Ditahan
![]() |
| Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menahan Direktur Utama PT Mitra Mentari Sentosa (MMS), Whu Zeng Xie (tengah), terkait kasus dugaan manipulasi data ekspor minyak turunan sawit melalui modus under invoicing. (foto: a |
JAKARTA - Upaya penegakan hukum di sektor ekspor sumber daya alam terus digencarkan aparat kepolisian. Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri resmi menahan Direktur Utama PT Mitra Mentari Sentosa (MMS), Whu Zeng Xie akibat dugaan kuat keterlibatannya dalam manipulasi data ekspor minyak turunan sawit dengan modus under invoicing.
"Tersangka Direktur Utama PT MMS, saudara Whu Zeng Xie, telah dilakukan penahanan untuk kepentingan penyidikan," tutur Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Polri, Kombes Pol Setyo K Heriyatno saat memberikan keterangan di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Pelanggaran Aturan Ekspor Terang-terangan
Indikasi praktik under invoicing terlihat jelas dari temuan penyidik terkait pencantuman nilai ekspor yang dibuat lebih rendah dari nilai sebenarnya dalam dokumen PT MMS. Modus ini merusak tata niaga ekspor minyak turunan sawit yang telah diatur oleh pemerintah.
Seharusnya, perusahaan pengirim mematuhi kewajiban pembatasan ekspor, wajib memiliki dokumen persetujuan ekspor (PE), serta dikenakan bea keluar negara.
"Dugaan praktik under invoicing ini berpotensi menimbulkan kerugian negara karena adanya ketidaksesuaian data ekspor yang dilaporkan," ungkapnya.
Fokus pada 95 Riwayat Pengiriman
Fokus penyidik kepolisian saat ini adalah mendalami riwayat 95 ekspor barang ke China yang terjadi dalam rentang waktu 2024 hingga 2026. Pemeriksaan silang dilakukan secara teliti di berbagai instansi terkait.
Selain mengecek langsung kontainer milik PT MMS yang masih berada di Pelabuhan Tanjung Priok, tim juga membongkar dan memeriksa kelengkapan dokumen ekspor yang ada di Bea Cukai, Kamis (25/6).
"Seluruh data tersebut dianalisis dan dicocokkan dengan hasil penyidikan guna memperkuat pembuktian dalam proses pemberkasan," bebernya.
Langkah kepolisian tidak akan berhenti sampai di sini. Penghitungan angka pasti kerugian negara dan penelusuran kemungkinan keterlibatan pihak lain menjadi target utama penyidikan lanjutan.
"Kami akan mendalami seluruh rangkaian transaksi dan dokumen yang terkait agar perkara ini dapat diungkap secara menyeluruh," pungkasnya. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Cendekia |











