Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
15 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
4 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
4 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Keuangan

Awas Penipuan Siber Era Baru Sasar Pekerja Usia 25 Hingga 49 Tahun

Awas Penipuan Siber Era Baru Sasar Pekerja Usia 25 Hingga 49 Tahun
Ilustrasi (net)
Jum'at, 26 Juni 2026 11:17 WIB

JAKARTA - Ancaman penipuan digital di Indonesia telah bertransformasi dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk memanipulasi kondisi psikologis korban. Menghadapi modus yang makin canggih ini, pemerintah pusat, daerah, lembaga keuangan, dan industri teknologi wajib merapatkan barisan melalui kolaborasi lintas sektor.

Komitmen kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Festival Aman Digital 2026 yang digelar oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Balai Kota DKI Jakarta. Forum yang mengangkat tema Kolaborasi Lintas Sektor Guna Mensukseskan Literasi Keamanan Siber Nasional ini dihadiri berbagai pihak strategis, termasuk Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) yang diwakili oleh PINTU.

Bukan Sekadar Peretasan Sistem

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi memberikan peringatan tegas mengenai pergeseran target serangan siber yang kini menjadikan pikiran manusia sebagai celah utama.

"Serangan siber hari ini bukan lagi sekadar soal sistem yang down, melainkan sudah menyasar sisi psikologis manusia melalui social engineering (rekayasa sosial), kebocoran data pribadi, hingga maraknya disinformasi," ungkapnya.

Hal ini diperkuat dengan pemaparan Deputi Direktur Departemen Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekaligus Sekretariat Satgas PASTI, Daniel Apriandi mengenai demografi korban yang paling rentan terhadap taktik manipulatif tersebut.

"Kelompok usia 25–49 tahun adalah yang paling produktif sekaligus paling banyak disasar penipu, karena mereka yang paling aktif bertransaksi secara digital. Scam (penipuan) dengan modus phishing dan social engineering terus meningkat, diperparah dengan penggunaan AI dan deep fake yang kini mampu meniru wajah, suara, dan bahasa tubuh korban secara sempurna," jelasnya.

Sinergi Edukasi Berkelanjutan

Sebagai langkah antisipasi, Direktur Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi BSSN, Satryo Suryantoro menggaungkan gerakan nasional 90 hari literasi keamanan siber. Upaya besar ini membutuhkan partisipasi aktif dari aparat penegak hukum, dunia usaha, media, serta masyarakat luas agar literasi siber berhasil diterapkan secara menyeluruh.

Pelaku industri turut mengambil peran penting dalam gerakan ini. Anggota Departemen Advokasi Strategis ABI sekaligus Public Policy & Government Relations Manager PINTU, Deny Giovanno memaparkan bahwa pihaknya aktif mengedukasi masyarakat, salah satunya lewat kampanye Bulan Literasi Kripto yang berjalan sejak 2023 bersama OJK.

"Berbagai inisiatif program literasi dan edukasi yang kami galakkan ini merupakan komitmen bersama untuk meningkatkan daya kritis masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai bentuk penipuan di era digital," ujarnya.

Melalui keterlibatan di Festival Aman Digital 2026, ABI mempertegas komitmen industri untuk memastikan teknologi blockchain dan aset kripto dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara aman, bijak, dan bertanggung jawab. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Keuangan
wwwwww