Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
15 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
5 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
5 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kampus

Arah Literasi Berubah Komdigi Dorong Kecakapan Kontekstual

Arah Literasi Berubah Komdigi Dorong Kecakapan Kontekstual
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria (www.komdigi.go.id)
Jum'at, 26 Juni 2026 09:47 WIB

JAKARTA - Strategi literasi digital dirombak secara signifikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital untuk membekali masyarakat menembus tantangan kecerdasan artifisial (AI), disinformasi, misinformasi, serta hoaks. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria kala menyambut jajaran Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia bertempat di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

Langkah perombakan ini menitikberatkan pada program peningkatan keahlian (upskilling) lantaran kurikulum lawas terkait penggunaan gawai dan internet dinilai tidak lagi relevan dengan eskalasi zaman.

"Program literasi digital sekarang lebih ke upskilling, meningkatkan kecakapan yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan sekarang," papar Nezar.

Keputusan kementerian untuk mengubah arah ini bersandar pada hasil tinjauan langsung dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Program sosialisasi internet aman yang telah bergulir hampir satu dekade dievaluasi agar lebih tepat sasaran.

"Kita melakukan program-program literasi digital sudah cukup lama, hampir satu dekade dan evaluasi yang dilakukan oleh Bappenas terhadap program ini juga sudah final. Kita tidak melanjutkan lagi literasi digital seperti yang dulu," ungkapnya.

Fokus dasar penggunaan gawai perlahan ditinggalkan karena tingkat melek teknologi masyarakat sudah cukup memadai. Urusan pelindungan dan etika siber dasar juga dinilai sudah berjalan otomatis di berbagai layanan digital.

"Kalau sekarang kayaknya sudah lewat masa itu. Walaupun masih dibutuhkan, tetapi sudah dikerjakan ataupun diadopsi oleh platform-platform lewat community guidelines dan lain-lain," tambahnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Kampus
wwwwww