Israel Enggan Tarik Pasukan dari Lebanon Selatan
![]() |
| Ilustrasi (net) |
JAKARTA - Penolakan militer Israel menarik pasukan dari Lebanon Selatan dipastikan menghambat perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sikap tegas ini diumumkan di Tel Aviv, Kamis (25/6/2026) yang membuat stabilitas permanen di kawasan Timur Tengah semakin sulit dicapai.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz menegaskan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tidak akan bergeser dari posisinya saat ini. Keputusan tersebut sejalan dengan arahan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu terkait keberadaan militer di perbatasan utara.
"IDF siap dan kami tidak akan mundur. Kami mengumumkan bahwa dalam kondisi apa pun kami tidak menarik diri, dan hingga saat ini, dan ini merupakan sebuah pencapaian politik, tidak ada tuntutan dari Amerika agar Israel menarik diri dari Lebanon," ungkap Katz kepada The Guardian.
Keputusan sepihak ini mendapat perlawanan keras dari Iran yang menuntut penarikan mundur pasukan Israel dari Lebanon sebagai syarat mutlak gencatan senjata. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf memastikan komitmen negaranya terhadap masalah ini.
"Bagi kami, gencatan senjata di Lebanon sama pentingnya dengan gencatan senjata di Iran. Lebih lanjut, diakhirinya perang di Lebanon sama pentingnya dengan diakhirinya perang di Iran," tegas Ghalibaf.
Merespons ketegangan ini, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio segera mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, dan Bahrain. Kunjungan ini bertujuan menenangkan negara-negara Teluk Arab yang khawatir dengan nota kesepahaman (MoU) awal AS dan Iran pekan lalu.
Negara sekutu AS cemas dana bantuan US$300 miliar dan pencabutan sanksi akan dimanfaatkan Iran untuk memperkuat militer. Terlebih lagi, wilayah Teluk sering diserang rudal Iran selama perang empat bulan terakhir akibat keberadaan pangkalan militer AS.
"Kami ingin mendengar masukan dari para mitra kami. Kami ingin memastikan pandangan mereka dipertimbangkan, dan kami memahami kekhawatiran keamanan serta kekhawatiran ekonomi regional mereka," kata Rubio saat tiba di Abu Dhabi.
Hambatan perundingan juga muncul terkait rencana pungutan biaya transit di Selat Hormuz oleh Iran. Presiden AS, Donald Trump menolak tegas usulan tersebut di jalur pelayaran internasional.
Selain itu, klaim sepihak Trump soal izin inspeksi situs nuklir Iran tanpa batas waktu langsung dibantah oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi yang menegaskan tidak ada inspeksi fasilitas nuklir sebelum kesepakatan final resmi ditandatangani.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Kuliner |











