Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
14 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Tiga Gubernur Sepakat Penyelenggaraan PON 2028 Efisiesn dan Orientasi Prestasi

Tiga Gubernur Sepakat Penyelenggaraan PON 2028 Efisiesn dan Orientasi Prestasi
Menpora Erick bersama Menpora Eri Menpora Erick bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, dab Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, (Kemenpora)
Rabu, 24 Juni 2026 13:10 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menegaskan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang berlangsung di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan DKI Jakarta harus dilaksanakan secara efisien dan transparan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Menpora Erick, seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan harus mengedepankan tata kelola yang baik serta berorientasi pada peningkatan prestasi olahraga nasional.

“Saya berharap penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 dapat berjalan dengan baik. Seluruh aspek administrasi harus dilakukan secara transparan sehingga berbagai persoalan yang pernah terjadi pada penyelenggaraan sebelumnya tidak terulang kembali,” ujar Menpora Erick usai Rapat Koordinasi dengan ketiga gubernur di Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Menpora juga menekankan pentingnya mempertandingkan cabang-cabang olahraga prioritas Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang menjadi bagian dari pembinaan prestasi nasional. Menurutnya, PON harus menjadi instrumen untuk mempersiapkan atlet menuju ajang internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan kesiapan daerahnya dalam menyelenggarakan PON XXII Tahun 2028. Ia menjelaskan bahwa pembagian cabang olahraga antara NTB dan NTT akan disesuaikan dengan ketersediaan venue yang sudah dimiliki masing-masing daerah sehingga tidak memerlukan pembangunan fasilitas olahraga baru dalam skala besar.

“Kami berkomitmen menyelenggarakan PON secara efisien dengan memanfaatkan venue yang sudah tersedia. Pembagian cabang olahraga akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur masing-masing daerah sehingga penyelenggaraan dapat berjalan efektif,” ujarnya.

Iqbal menambahkan bahwa NTB telah memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan berbagai event olahraga nasional dan internasional yang menjadi modal penting menuju PON 2028. Seperti Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS), MotoGP Mandalika, hingga Run.

Selain kesiapan infrastruktur, NTB juga pun telah mempersiapkan dukungan sumber daya manusia, termasuk tenaga kesehatan olahraga yang tersertifikasi guna mendukung kelancaran penyelenggaraan event.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan bahwa NTT siap berkolaborasi dengan NTB dan DKI Jakarta dalam menyukseskan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028.

Menurutnya, penyelenggaraan PON harus mampu menghadirkan tiga kesuksesan sekaligus, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses administrasi, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

"Sama halnya dengan NTB, kami siap mendukung penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 sesuai dengan kesiapan venue yang tersedia. Kami juga mendukung penuh arahan Presiden Prabowo Subianto agar penyelenggaraan event olahraga dilakukan secara efisien. Kami pun berharap PON 2028 mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, sekaligus menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi olahraga, potensi wisata serta talenta-talenta terbaik daerah kepada Indonesia bahkan dunia,” ujarnya

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa Jakarta siap memberikan dukungan penuh sebagai salah satu tuan rumah penyelenggara. Menurutnya, Jakarta memiliki infrastruktur olahraga yang sangat memadai untuk mendukung pelaksanaan berbagai cabang olahraga.

“Kami memiliki fasilitas olahraga yang lengkap dan siap digunakan. Selain venue di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta juga memiliki berbagai fasilitas olahraga milik pemerintah daerah maupun swasta yang dapat dikolaborasikan untuk mendukung pelaksanaan PON 2028,” kata Pramono.

Dalam kesempatan yang sama, Lalu Hadrian Irfani. Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyampaikan apresiasi atas diterbitkannya Surat Keputusan (SK) penetapan tuan rumah PON XXII Tahun 2028. Ia menegaskan Komisi X DPR RI akan memberikan dukungan penuh terhadap proses persiapan dan penyelenggaraan PON.

“Pemerintah telah memberikan kepercayaan penuh kepada daerah sebagai tuan rumah. Kami berharap seluruh persiapan dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya. Komisi X DPR RI akan terus mendukung dan membuka ruang diskusi apabila terdapat berbagai kendala yang perlu dikoordinasikan bersama,” ujarnya.

Ia berharap penyelenggaraan PON 2028 mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang akan menjadi tulang punggung prestasi olahraga Indonesia di masa mendatang.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI Taufik Hidayat menegaskan bahwa PON ke depan harus semakin berorientasi pada peningkatan prestasi olahraga nasional.

“PON harus lebih spesifik mengedepankan prestasi. Ajang ini harus menjadi bagian dari sistem pembinaan olahraga nasional yang mampu menghasilkan atlet-atlet terbaik untuk menghadapi kompetisi internasional,” tegasnya. ***

wwwwww