Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
15 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Balai Kota

'Hati-hati Lho', Peringatan Tegas Prabowo Tanggapi Isu Massa Jalanan

Hati-hati Lho, Peringatan Tegas Prabowo Tanggapi Isu Massa Jalanan
Presiden Prabowo dalam pidatonya saat membuka Pekan Nasional Petani dan Nelayan Andalan (PENAS KTNA) ke-17 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).(youtube: sekretariat presiden)
Rabu, 24 Juni 2026 13:32 WIB

JAKARTA - Peringatan keras dilayangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto kepada oknum-oknum yang dinilai sengaja memanipulasi opini publik lewat aksi unjuk rasa berbayar. Pemerintah mendeteksi adanya pergerakan pihak tertentu yang bertugas mengorganisir massa demonstran di lapangan.

Arahan ini digaungkan ketika kepala negara meresmikan agenda Pekan Nasional Petani dan Nelayan Andalan (PENAS KTNA) ke-17 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Dalam forum tersebut, presiden meminta praktik pengerahan massa bayaran segera dihentikan karena mencederai kemurnian penyampaian pendapat.

"Hati-hati, lho. Saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu," tegas Presiden RI, Prabowo Subianto.

Motif Transaksional di Balik Orasi

Gelombang demonstrasi yang digerakkan oleh elemen mahasiswa dan non-mahasiswa di Jakarta belakangan ini diwarnai isu miring terkait bayaran tunai. Presiden menyebut tarif pedemo berada di angka Rp 200 ribu per orang.

Meski tidak mempermasalahkan aksi turun ke jalan untuk menyikapi kondisi terkini bangsa, ia menyoroti minimnya pemahaman substansi dari para peserta aksi.

"Tapi enggak apa-apa, main demo. Ditanya, ditanya anak-anak demo, enggak ngerti. Mau demo apa ya? kami dibayar Rp 200.000, gitu, kan. Tapi ada. Saya enggak mengerti," ungkapnya.

Seret Nama Pimpinan BEM

Indikasi demonstrasi berbayar ini menemui titik terang pasca beredarnya video 'sidang' kampus yang viral di berbagai platform media sosial. Kasus ini membuka tabir dugaan aliran dana kepada aktivis kampus dengan rincian peristiwa sebagai berikut:

  • Penerimaan Dana: Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) UBK, Muhammad Abdimaludin mengaku menerima uang Rp 20 juta dari oknum polisi.
  • Klarifikasi Terbuka: Pengakuan ini terungkap dan terekam jelas saat dirinya disidang langsung oleh himpunan mahasiswa UBK.
  • Pertemuan Elit: Sebagai catatan tambahan, tokoh mahasiswa tersebut merupakan salah satu dari 15 mahasiswa yang sempat bertemu dengan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka di tengah aksi demonstrasi, Senin (15/6/2026). ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Balai Kota
wwwwww