Sektor Tambang dan Energi Ditinggal Asing Bikin IHSG Terkapar
![]() |
| Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung ambruk tajam pada awal perdagangan Senin (2/2). Pada 17 menit awal setelah pembukaan, IHSG sempat anjlok 5,03 persen atau 418,75 poin ke level 7.910,85. (foto: argya d. Maheswara/kumparan) |
JAKARTA - Deretan saham sektor tambang, energi, hingga industri dasar harus menelan pil pahit akibat keluarnya modal asing dari pasar saham Indonesia. Arus keluar dana ini berjalan cepat dan bervolume besar.
Pelepasan aset secara masif ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I, Rabu (24/6/2026) tak berdaya. Indeks saham ditutup melemah 1,62 persen ke posisi 6,002.
Sektor Sumber Daya Jadi Target
Emiten berbasis komoditas dan industri mendominasi daftar jual. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengalami tekanan berat dengan net sell mencapai Rp 155,53 miliar dari volume 78,19 juta saham.
Aksi jual asing juga menargetkan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 71,68 miliar melalui volume 19,55 juta saham. Emiten batu bara dan mineral lainnya tak luput dari sasaran pemodal luar.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan nilai jual Rp 63,31 miliar dengan volume 392,10 juta saham, sementara PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) ikut mencatatkan net sell Rp 53,10 miliar dari volume 89,14 juta saham.
Perbankan Nasional Turut Dilego
Dampak penarikan dana juga merembet ke sektor finansial. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi yang paling menderita dengan nilai jual bersih tertinggi yakni Rp 172,08 miliar dan volume 59,21 juta saham.
Di posisi lainnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga dilepas hingga mencapai Rp 55,84 miliar dengan volume 13,64 juta saham.
Ketimpangan Angka Transaksi
Akumulasi dari fenomena ini hingga siang tadi menghasilkan nilai jual bersih asing (net foreign sell) mencapai Rp 976,66 miliar di seluruh pasar.
Catatan memprihatinkan ini didapat dari total penjualan (foreign sell) senilai Rp 2,57 triliun yang jauh mengungguli total pembelian investor asing (foreign buy) yang hanya mampu bertengger di angka Rp 1,59 triliun. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kumparan.com |
| Kategori | : | Pasar & Niaga |









