PDIP Angkat Bicara Soal Tudingan Jaringan Politik di Balik Aksi Tiyo Ardianto
![]() |
| Ganjar Pranowo |
JAKARTA - Sejumlah politikus PDI Perjuangan (PDIP) secara resmi membantah tudingan adanya keterlibatan partai dalam aksi unjuk rasa yang dikoordinir oleh eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Tuduhan tersebut sebelumnya dilontarkan oleh Aliansi BEM Bersatu, Selasa (16/6/2026).
Perwakilan BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, dalam konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, mengaitkan aksi Tiyo dengan jaringan politik tertentu. Hal ini didasarkan pada kepemilikan mobil Fortuner yang diduga milik Siti Nuraeni—kerabat besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa—serta kehadiran Andi Widjajanto di lokasi demonstrasi.
Sikap Resmi PDIP
Ketua DPP PDIP, Said Abdullah menegaskan bahwa partainya sama sekali tidak terlibat dalam pengorganisasian demonstrasi tersebut. "Dipastikan, PDI Perjuangan, sesuai dengan perintah Ibu Ketua Umum, terhadap berbagai demonstrasi, tidak ada sama sekali keterlibatan dari PDI Perjuangan," ujar Said di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Said juga menambahkan bahwa mengaitkan hubungan kekeluargaan purnawirawan dengan partai politik adalah tindakan yang tidak logis. Ia menjamin bahwa PDIP tetap menghormati aspirasi masyarakat selama dilakukan secara damai.
Pesan Ganjar dan Guntur Romli
Dalam kesempatan terpisah, Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo mengkritik penggunaan pelabelan politik sebagai cara untuk membungkam aspirasi masyarakat. Baginya, kritik harus dijawab dengan kebijakan dan data.
"Dalam demokrasi, warga negara tidak kehilangan hak kritisnya hanya karena pernah mendukung atau dianggap dekat dengan tokoh politik tertentu," ungkap Ganjar, Rabu (17/6/2026).
Politikus PDIP, Guntur Romli, menambahkan bahwa pihaknya telah meluruskan distorsi informasi yang dibangun melalui metode "cocoklogi". Menurutnya, aksi mahasiswa menolak Program Makan Bergizi Gratis adalah hak konstitusional mereka yang tidak perlu dicurigai sebagai alat politik.
"PDI Perjuangan tidak mendanai dan tidak memfasilitasi aksi-aksi mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi terkait program MBG," pungkas Guntur, Rabu (17/6/2026). Ia mendesak agar narasi-narasi spekulatif segera dihentikan demi menjaga integritas gerakan moral mahasiswa. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Kampus |











