Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
18 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
21 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Kampus

Kericuhan di Gelanggang Inovasi UGM, Budiman Sudjatmiko Tegaskan Pantang Kapok Dialog

Kericuhan di Gelanggang Inovasi UGM, Budiman Sudjatmiko Tegaskan Pantang Kapok Dialog
Budiman Sudjatmiko ditengah kerumunan massa.
Rabu, 17 Juni 2026 09:25 WIB

JAKARTA - Kejadian menegangkan mewarnai diskusi publik di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM setelah ratusan mahasiswa merangsek naik ke atas panggung, Senin (15/6/2026) malam. Kehadiran tiga pejabat negara memicu aksi unjuk rasa berujung kejar-kejaran, pelemparan gelas plastik, hingga kontak fisik.

Tiga tokoh nasional yang hadir dalam forum tersebut yakni Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, serta Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono. Agenda ini ditujukan guna menjelaskan manifestasi program strategis milik Presiden, Prabowo Subianto.

"Saya sangat menyesalkan forum yang sangat berharga itu gagal. Karena saya sendiri menghadiri undangan. Saya sendiri menghadiri undangan," ungkap Budiman kepada awak media, Selasa (16/6/2026).

Detik-Detik Penggerudukan Panggung Utama

Kericuhan mulai pecah di tengah pemaparan materi ketika sekelompok orang dari arah belakang audiens bergerak cepat membentangkan spanduk penolakan. Budiman menegaskan bahwa jajarannya tidak diusir oleh panitia maupun UGM, sehingga mereka tetap teguh bertahan di dalam forum tersebut.

"Kemudian ketika terjadi penggerudukan itu, di tengah jalan ada sekelompok orang dari arah belakang merangsang ke panggung. Dan kami terkepung, dan kami tetap bertahan di situ. Karena kami kan menerima undangan, ya," tutur Budiman menceritakan kondisi darurat itu.

Budiman mengonfirmasi bahwa jalannya acara memang telah dihadiri oleh banyak mahasiswa yang terbiasa turun ke jalan melakukan protes.

"Dan ratusan mahasiswa yang hadir itu juga banyaknya, mereka demonstran. Mereka demonstran waktu sebelum acara dimulai. 'Siapa yang suka demo kemarin?' Banyak yang ngacung. Artinya mereka juga demonstran. Dan mereka siap menunggu forum tanya-jawab dari kami untuk mengecam, mengkritik, dan menggugat kebijakan pemerintah," jabarnya.

Pemerintah menyatakan keterbukaannya untuk berdiskusi dengan semua pihak terlepas dari perbedaan posisi politik yang ada.

"Kami siap mendengarkan. Dan kami siap menjelaskan. Itu apa pun perbedaan posisi politiknya, yang penting terjaga forum diskusinya," sambungnya. "Menurut saya, hilangnya forum dialog itulah yang kita sayangkan, kita sesalkan," urai Budiman.

Pelemparan dan Serangan Benda Berlapis Kertas

Ketika situasi semakin memanas, aksi pelemparan botol air serta benda asing terjadi secara sporadis hingga menyasar area panggung utama dan mengenai peserta diskusi.

"Ada lemparan botol yang saya dengar dari Wakil Menteri Pertanian, Pak Daryono. Beliau sempat terpukul. Kalau saya itu, ada yang memukul saya dengan sebuah benda yang ditutupi kertas, tapi kemudian dihalangi oleh ajudan saya, sehingga mengenai kepala ajudan saya," aku Budiman.

Hantaman benda misterius tersebut digagalkan oleh kesigapan dari sang ajudan.

"Tidak tahu bendanya-benda apa, tapi digulung kertas gitu lho. Tapi mengenai kepala ajudan saya," tambahnya.

Petugas keamanan segera mengawal ketiga pejabat tersebut ke luar area GIK UGM demi mengantisipasi bahaya lebih lanjut. Namun, puluhan hingga ratusan mahasiswa telah bersiap menghadang gerak evakuasi di luar gedung. Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono sempat mencoba mencairkan ketegangan melalui dialog langsung, tetapi kesepakatan tidak tercapai. Insiden saling dorong antara mahasiswa dan petugas pengamanan pun pecah saat mobil evakuasi berusaha menerobos barikade massa.

Tuntutan Serikat Mahasiswa dan Instruksi Istana

Perwakilan Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM, Mesa membeberkan argumentasi di balik gerakan protes keras yang mereka lakukan terhadap jajaran menteri tersebut.

"Mereka tidak layak membicarakan Pancasila selagi Indonesia masih membungkam suara rakyat, selama mereka menganggap kritik sebagai gangguan, selama mereka masih membuang-buang uang rakyat dengan program nirmanfaat, program MBG, Kopdes Merah Putih, dan banyak hal yang sekarang terjadi," ujar Mesa sebagaimana dikutip dari pemberitaan detikJogja, Selasa (16/6/2026).

Menyikapi perkembangan situasi di Yogyakarta, Budiman langsung memberikan laporan lengkap kepada Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya serta ajudan Presiden, Prabowo Subianto.

"Sudah kita sampaikan kepada ajudan dia. Bapak Seskab juga ya. Jalan terus, jalan terus, jangan takut, jalan terus. Terangkan, karena kita berada di program yang benar, jalan yang benar," tandas Budiman menuturkan perintah resmi Seskab Teddy.

Budiman menegaskan bahwa ia beserta jajaran kabinet berkomitmen penuh untuk terus mendatangi undangan diskusi demi menyosialisasikan visi pemerintah.

"Tidak dong. Dan selama ada undangan, kita tidak akan pernah menolak. Kita tidak akan pernah menolak selama ada undangan. Kita tidak akan pernah menolak itu. Jadi menurut kami, kami harus menghargai pihak pengundang, selama kami waktunya ada, tersedia, selama ada undangan, dialog, dari pihak oposisi yang paling keras sekalipun, kami bersedia datang," terangnya. "Jalan terus, artinya jangan pernah takut. Dan kami memang sudah meniatkan kami, meniatkan diri bahwa banyak hal yang sebenarnya belum tersampaikan dengan baik dan kami harus dialogkan," tutupnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Kampus
wwwwww