Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
15 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
18 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Misi Menarik Modal di Lima Kota Besar Dunia Sukses Dongkrak Rupiah

Misi Menarik Modal di Lima Kota Besar Dunia Sukses Dongkrak Rupiah
Ilustrasi (net)
Selasa, 16 Juni 2026 11:22 WIB

JAKARTA - Keraguan pasar finansial global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia perlahan memudar seiring agresifnya langkah pemerintah menjalin komunikasi dengan investor asing. Pembalikan sentimen negatif tersebut berdampak instan pada penguatan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta nilai tukar Rupiah.

Misi memulihkan kepercayaan dunia ini dieksekusi secara langsung oleh Danantara Indonesia melalui tur lintas benua yang menyasar episentrum keuangan utama. Pertemuan strategis dengan 122 pengelola dana jumbo di Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York menghasilkan pemahaman baru mengenai prospek pasar domestik.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menyebut langkah pemaparan visi investasi terbukti ampuh mengikis keraguan pihak luar negeri.

"Pada saat mereka melihat bahwa apa yang dilakukan Danantara dan kebijakannya ini membalikkan momentum persepsi yang ada, persepsi yang mungkin mereka tadinya agak ragu terhadap ekonomi Indonesia, mengenai kebijakan kita, tapi setelah mereka lihat Indonesia merespons dengan baik dan benar," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (16/6/2026).

Komunikasi intensif ini dilakukan usai munculnya sentimen berlebihan yang menekan bursa nasional. Rosan menekankan pelemahan sebelumnya tidak mencerminkan kekuatan asli perekonomian negara.

"Kalau kami melihatnya selama ini lebih daripada persepsi. Karena kalau kita lihat fundamental kita secara jangka menengah panjang juga sangat baik. Bagaimana kita membalikkan persepsi momentum spiral down ini untuk kembali ke atas," jelasnya.

Penurunan indeks yang sempat berlangsung beberapa bulan otomatis membuat aset bursa berstatus salah harga. Valuasi saham unggulan terperosok ke zona sangat murah, memberikan ruang keuntungan lebar bagi pemodal asing yang jeli membaca data.

"Karena koreksi kemarin selama hampir beberapa bulan ini menyebabkan pricing dari perusahaan kita menjadi sangat baik dan sangat murah. Fundamental kita bagus, perbankan bagus, dividen bagus, yield bagus, price to book juga berada di bawah harga pasar," paparnya.

Situasi teknikal tersebut menjadi magnet kuat penarik likuiditas internasional begitu persepsi risiko mereda.

"Secara otomatis mereka melihat it's time to buy," sambungnya.

Keberhasilan diplomasi ekonomi berdampak langsung di papan perdagangan.

"Kalau kita lihat beberapa hari terakhir ini baik dari pasar modal kita maupun Rupiah mengalami penguatan relatif cepat juga. Dan kita ketahui percepatan ini atau penguatan pasar modal dan Rupiah tidak akan terjadi kalau kita tidak melakukan apa-apa," pungkasnya.

Data bursa menunjukkan IHSG ditutup menguat signifikan sebesar 247 poin atau 4,12 persen menempati posisi 6.254 pada perdagangan Senin (15/6/2026). Nilai tukar Rupiah mengekor di tren positif usai menguat 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp17.704 per Dolar AS pada transaksi pagi.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Pasar & Niaga
wwwwww