Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
11 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Parlemen

Gencatan Senjata AS Iran Negosiasi Sanksi Berlanjut 60 Hari

Gencatan Senjata AS Iran Negosiasi Sanksi Berlanjut 60 Hari
Amerika Serikat (AS) dan Iran mengatakan telah mencapai kesepakatan sementara. Keduanya juga sepakat akan menghentikan perang dan membuka kembali Selat Hormuz. (Ilustrasi: nktv.in)
Senin, 15 Juni 2026 14:15 WIB

JAKARTA – Diplomasi internasional mencatat perkembangan masif setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati perjanjian sementara demi menghentikan perang. Fokus utama dari kesepakatan ini adalah pemulihan stabilitas keamanan maritim dengan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Berdasarkan data Bloomberg, Senin (15/6/2026), delegasi kedua negara bakal meresmikan naskah perjanjian di Swiss, Jumat (19/6/2026). Langkah ini diambil di tengah belum adanya draf formal yang dibuka ke publik, menandakan pembahasan poin-poin tersulit masih akan berjalan alot di meja runding.

Klaim Kemenangan dan Realitas Lapangan

Pengumuman awal perdamaian dilontarkan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, dilanjutkan oleh Presiden AS Donald Trump dan siaran media Iran. Pihak Teheran secara terbuka mengklaim kesepakatan ini sebagai bentuk ketidakberdayaan Washington.

"Iran secara resmi memaksa musuh AS-Israel untuk mengakhiri perang di semua medan tempur," urai laporan televisi pemerintah Iran. Naskah resmi perjanjian tersebut dijanjikan akan dipublikasikan setelah proses penandatanganan di Swiss rampung.

Di pihak seberang, Trump menekankan aspek pemulihan wilayah sipil dan kelancaran logistik. Melalui media sosialnya, Trump menerangkan, "Kesepakatan hebat ini akan membawa perdamaian dan keamanan ke seluruh wilayah." Jalur selat ditargetkan bersih dari ranjau laut dan bisa dilalui kapal mulai Jumat (19/6/2026). Trump sendiri sudah mengupayakan kesepakatan ini terealisasi Minggu (14/6/2026), tepat di hari ulang tahunnya yang ke-80, setelah memberikan pernyataan awal pada Sabtu (13/6/2026).

Tekanan Domestik dan Opsi Militer Trump

Secara politik, kesepakatan ini menguntungkan posisi domestik Trump menjelang pemilihan umum paruh waktu, November mendatang, lantaran mayoritas warga Amerika lewat jajak pendapat menyatakan ketidaksetujuannya pada perang. Kendati demikian, Trump tetap memasang posisi siaga. Dalam wawancaranya bersama The New York Times, Minggu, ia menegaskan opsi serangan militer akan kembali dibuka jika Iran melanggar komitmen terkait program nuklirnya.

Dari sektor ekonomi, penghentian konflik yang sebelumnya menjebak ratusan kapal ini langsung menurunkan harga minyak Brent sebesar lebih dari 4 persen ke level US$83 per barel (terendah dalam tiga bulan). Indeks saham berjangka AS ikut naik, dibarengi penurunan nilai dolar AS terhadap mata uang G10.

Analis utama untuk Asia Pasifik dan Timur Tengah di eToro Ltd, Josh Gilbert meminta semua pihak melihat situasi ini secara objektif.

"Ini masih merupakan langkah awal yang penuh harapan, bukan sebuah kepastian. Kekhawatiran tidak akan sepenuhnya hilang sampai perjanjian resmi ditandatangani, artinya para pelaku investasi (investor) tetap harus berhati-hati," paparnya.

Negosiasi Sanksi 60 Hari dan Dana Rekonstruksi

Pasca-penandatanganan, kedua negara akan memasuki masa negosiasi intensif selama 60 hari. Pihak Iran menuntut pembatalan ketetapan hukum internasional serta penghapusan sanksi primer dan sekunder. Namun, langkah penghapusan sanksi ini dipastikan mendapat ganjalan dari Kongres AS dan kelompok garis keras anti-Iran.

Mengenai aspek kedaulatan jalur maritim, Iran menyatakan kontrol operasional Selat Hormuz ke depan berada di tangan Iran dan Oman. Di sisi lain, seorang pejabat tinggi AS membocorkan adanya klausul insentif finansial terstruktur bagi Iran. Dana bantuan kemanusiaan ini disiapkan untuk memulihkan wilayah Iran yang sempat hancur akibat serangan bom intensif dari militer AS dan Israel di ribuan titik lokasi.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner, Parlemen
wwwwww