Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
16 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
19 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Kuliner

Tuding Israel Halangi Rekonsiliasi Diplomatik, Perundingan Iran dan AS Terganggu

Tuding Israel Halangi Rekonsiliasi Diplomatik, Perundingan Iran dan AS Terganggu
Menlu Iran Abbas Araghchi. (Foto: Ashara Al-Awsat/Ali Khamaj)
Minggu, 14 Juni 2026 07:38 WIB

JAKARTA - Proses menuju perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran rupanya tidak berjalan mulus. Pemerintah Iran menemukan indikasi kuat adanya campur tangan pihak ketiga yang mencoba menjegal kesepakatan damai yang sedang dirintis.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi membeberkan bahwa upaya sistematis untuk mempertahankan ketegangan di Timur Tengah ini didalangi langsung oleh Israel. Mereka secara aktif menolak pemulihan hubungan antara Teheran dan Washington.

"Tentu saja, ada penentang nyata terhadap kesepakatan tersebut, yang dalam hal ini dipimpin langsung oleh rezim Zionis, di mana mereka terus-menerus mencari dalih dan momentum yang tepat hanya untuk menggagalkannya," tegas Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi dalam wawancara di stasiun televisi resmi negara, Sabtu (13/6/2026).

Keluar dari Bayang Konflik Bersenjata

Langkah diplomasi ini didorong oleh memori kelam eskalasi militer yang terjadi 28 Februari silam. Saat itu, rentetan serangan udara secara masif dilancarkan oleh armada tempur AS dan Israel ke sejumlah titik strategis di wilayah kedaulatan Iran.

Dampak dari agresi besar-besaran tersebut sungguh fatal. Selain melumpuhkan fasilitas vital, catatan kematian tragis menyentuh angka lebih dari 3.000 orang. Tingginya korban jiwa mendorong komunitas global menuntut dihentikannya kekerasan bersenjata agar tidak meluas.

Perjalanan MoU dan Ancaman Perbatasan

Kabar baik sempat berembus 7 April saat Teheran dan Washington mengumumkan gencatan senjata. Keputusan yang menghentikan pertumpahan darah secara masif ini terus dijaga keabsahannya secara hukum internasional.

Pasca-keputusan tersebut, kedua belah pihak merajut komunikasi intensif untuk menetapkan poin-poin dasar ke dalam kerangka memorandum kesepahaman (MoU) sebagai resolusi akhir konflik permanen.

Sayangnya, rancangan perdamaian di atas meja belum sepenuhnya mencerminkan kondisi lapangan. Situasi rentan masih membayangi wilayah perbatasan tempat militer AS dan pihak Iran beberapa kali terlibat aksi saling serang lewat operasi militer skala kecil. Gesekan inilah yang dikhawatirkan menjadi pemicu baru rusaknya skema perdamaian yang tengah dibangun. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww