Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
6 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Harga Emas Perlahan Bangkit Saat Perak Menguat ke US$68 per Ons

Harga Emas Perlahan Bangkit Saat Perak Menguat ke US$68 per Ons
Sabtu, 13 Juni 2026 11:25 WIB

PEKANBARU - Harapan membaiknya hubungan Amerika Serikat dan Iran menuju kesepakatan damai sempat menekan minat pasar terhadap emas. Meski sentimen tersebut membayangi, harga emas dunia di pasar spot masih sanggup ditutup naik 0,1 persen ke level US$4.219,32 per ons troi, Jumat (12/6/2026).

Angka ini menjadi pijakan baru setelah logam mulia tersebut merosot tajam lebih dari 2 persen secara mingguan dan menelan kerugian 5 pekan berturut-turut. Di waktu yang sama, harga perak spot melaju lebih stabil dengan peningkatan 0,92 persen menjadi US$68 per ons.

Pembentukan Dasar Harga Baru

Harga emas saat ini mengisyaratkan proses pembentukan dasar (bottoming) usai menembus level psikologis US$4.000 per ons troi. Situasi ini langsung dimanfaatkan sebagian investor untuk mengumpulkan kembali aset aman tersebut.

Chief Market Strategist MarketGauge, Michele Schneider menyatakan ketahanan emas setelah jatuh ke level terendah 7 bulan adalah indikasi yang sangat positif, meski pasar butuh konfirmasi tambahan.

"Jika harga mampu ditutup di sekitar level saat ini, investor dapat mulai melakukan pembelian secara bertahap. Namun, emas dan perak masih perlu kembali menembus level rata-rata pergerakan penting sebelum menjadi sinyal beli yang lebih kuat," tambah Michele Schneider dalam keterangannya kepada Kitco News.

Sikap Pembeli Jangka Panjang

Investor disarankan untuk tetap waspada dalam mengambil keputusan jangka pendek. Hal ini karena anjloknya harga emas dunia sebelumnya sempat menembus rata-rata pergerakan 50 hari dan 200 hari yang memicu tekanan teknis pasar.

Namun, Head of Business Development XS.com, Simon-Peter Massabni memberikan pandangan optimis. Menurutnya, level harga saat ini justru mengundang para investor cerdas untuk bertindak cepat.

"Kemampuan emas mempertahankan level US$4.000 per ons troi mencerminkan kehadiran pembeli strategis yang melihat setiap koreksi sebagai kesempatan untuk membangun posisi baru," sambung Simon-Peter Massabni.

Pasar emas global diyakini lebih condong pada pembentukan basis harga yang baru dibandingkan melanjutkan tren penurunan. Optimisme ini berjalan beriringan dengan sentimen geopolitik Timur Tengah yang mulai kondusif berkat potensi kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Pasar & Niaga
wwwwww