Penjualan Mobil Nasional Melesat 14 Persen, Toyota dan Daihatsu Kuasai Pasar
![]() |
| Booth Toyota saat gelaran IIMS 2026 di JIExpo, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto) |
JAKARTA - Pertumbuhan positif mewarnai industri otomotif tanah air periode awal 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Bloomberg Technoz menempatkan Toyota sebagai pemimpin tak terbantahkan dengan penjualan wholesales mencapai 111.119 unit sepanjang lima bulan pertama.
Posisi kedua diisi rekan sesama Grup Astra, yakni Daihatsu yang mencatatkan total 59.420 unit. Sementara perebutan tempat ketiga dimenangkan Suzuki lewat angka 30.262 unit, mengungguli Mitsubishi Motors di posisi keempat yang membukukan 28.445 unit.
Kejutan Kendaraan Listrik
Pergerakan paling menyita perhatian datang dari segmen kendaraan listrik. Honda yang duduk tenang di urutan kelima dengan 18.271 unit kini harus waspada. Pabrikan asal China, Build Your Dreams (BYD) terus menempel ketat dari peringkat keenam.
Berikut daftar 10 merek mobil penyumbang penjualan terbanyak (wholesales) periode Januari-Mei 2026:
- 1. Toyota: 111.119 unit
- 2. Daihatsu: 59.420 unit
- 3. Suzuki: 30.262 unit
- 4. Mitsubishi Motors: 28.445 unit
- 5. Honda: 18.271 unit
- 6. BYD: 17.993 unit
- 7. Jaecoo: 14.284 unit
- 8. Mitsubishi Fuso: 13.459 unit
- 9. Isuzu: 10.820 unit
- 10. Hino: 8.341 unit
Dampak Libur Nasional
Catatan membanggakan terlihat dari pertumbuhan penjualan nasional bulan Mei 2026 yang melonjak 14 persen secara tahunan (year-on-year), menyentuh 69.219 unit dibanding torehan Mei 2025 di angka 60.697 unit.
Fase normalisasi baru terasa pada perbandingan bulanan (month-on-month). Jumlah wholesales bulan Mei menurun dari rekor April 2026 yang mencatat 80.779 unit. Angka ritel juga mengalami kontraksi tipis dari 75.736 unit menjadi 71.890 unit.
"Penurunan bulanan ini murni disebabkan oleh faktor musiman," urai pihak Gaikindo menjelaskan fenomena tersebut.
Tingginya permintaan bulan April dinilai sebagai dampak langsung pemenuhan kendaraan pasca-lebaran. Kondisi ini berbanding terbalik dengan bulan Mei yang diwarnai banyak libur nasional sehingga mengurangi hari kerja efektif operasional pasar.
Meski begitu, performa kumulatif lima bulan pertama 2026 tetap cemerlang. Total wholesales Januari hingga Mei bertengger di angka 359.015 unit, alias naik 12,8 persen dari periode yang sama tahun lalu. Penjualan ritel juga ikut terdongkrak mencapai 359.490 unit, memperlihatkan peningkatan kokoh sebesar 8,8 persen secara tahunan. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Kategori | : | Mobil dan Motor |








