Epic Comeback! Ismu/Lieng Lieng Juara ITTF World Masters Championships 2026 di Korsel
![]() |
| Pasangan ganda campuran tenis meja Indonesia, Ismu Harinto dan Lieng Lieng Agustin. (Ist) |
Penulis: Azhari Nasution
Bertanding di The Gangneung Olympic Park, Korea Selatan, pada Jumat (12/6/2026), duet tangguh di kategori usia 50 tahun ke atas (50+) ini menyabet medali emas setelah menyajikan drama comeback yang luar biasa di partai final.
Dengan prestasi ini maka Ismu dan Ling Ling yang dulu merupakan idola tenis meja Indonesia masih mampu mengharumkan nama bangsa dan negara di saat sudah berstatus sebagai veteran.
Di masa jayanya, Ismu tercatat sebagai pemain tunggal putra Indonesia yang tangguh. Sedangkan Ling Ling selain tangguh di tunggal juga berkibar di nomor ganda bersama pasangannya Rossy Syehbubakar. Berduet dengan Rossy, Ling Ling beberapa kali merebut emas SEA Games. Keduanya merupakan Olympian.
Tumbangkan Favorit Tuan Rumah
Laga pamungkas berjalan sangat menegangkan. Ismu/Lieng Lieng harus berhadapan dengan wakil tuan rumah yang sangat difavoritkan menjadi juara, Yong Hyeon Jo/Sun Ah Kim.
Sempat tertinggal di dua gim awal, mental juara pasangan Indonesia ini benar-benar diuji. Namun, dengan ketenangan dan strategi yang matang, Ismu/Lieng Lieng membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan dramatis dengan skor tipis 3-2 (9-11, 9-11, 11-6, 11-7, 11-8).
"Alhamdulillah kita meraih gelar di ITTF World Masters Championships Gangneum 2026 untuk kategori ganda campuran veteran atau ganda 50 tahun plus," ujar Ismu Harinto dengan nada syukur, Jumat (12/6/2026).

Perjalanan Menuju Podium Tertinggi
Turnamen akbar ini bukanlah kompetisi yang mudah. Diikuti oleh 64 ganda campuran terbaik dari seluruh dunia—termasuk Amerika Serikat, Jepang, Irlandia, hingga Bulgaria—persaingan berjalan sangat ketat sejak hari pertama.
Ismu menjelaskan bahwa turnamen menggunakan sistem setengah kompetisi di fase grup, di mana hanya juara grup yang berhak lolos ke fase gugur. Ismu/Lieng Lieng tampil dominan tanpa kehilangan satu gim pun di babak penyisihan:
• Menang 3-0 atas Akira Chikaraishi/Cindy Yunghwa (Jepang/USA) – (11-3, 11-4, 11-2)
• Menang 3-0 atas Han Young Il/Maeda Fumiyo (Korsel/Jepang) – (11-2, 11-7, 11-4)
• Menang 3-0 atas Rory Scott/Bhanureka Sabaratnam (Irlandia/Wales) – (11-9, 11-2,11-7)
Keperkasaan mereka berlanjut ke babak gugur dengan menyapu bersih lawan-lawan tangguh:
• Babak 32 Besar: Menang 3-0 atas Kim Hyun Wook/Jeong Sun Hee (Korsel) – (11-2, 11-6, 11-4)
• Babak 16 Besar: Menang 3-1 atas Kanata Manabu/Yamazaki Ayako (Jepang) – (11-4, 9-11, 11-1, 11-6)
• Perempat Final: Menang 3-0 atas Sandijs Vasiljevs/Katalina Gatinska (Latvia/Bulgaria) – (11-7, 11-8, 15-13)
• Semifinal: Menang 3-1 atas Sergei Savelev/Ekaterina Chebaniuk (AIN) – (16-14, 11-7, 11-13, 11-6)
Apresiasi Tinggi dari PB PTMSI
Prestasi membanggakan di Negeri Ginseng ini langsung mendapat respons positif dari tanah air. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI), Peter Layardi Lay, menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi luar biasa kedua atlet veteran tersebut.
"Bangga, kita sangat bangga atas prestasi Ismu dan Kak Lieng Lieng," tegas Peter Layardi saat dihubungi media.
Kemenangan Ismu Harinto dan Lieng Lieng Agustin Minangmojo di Gangneum menjadi bukti sahih bahwa usia hanyalah angka, dan semangat juang demi Merah Putih tidak pernah padam di panggung internasional. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Binawidya |







