Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
9 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Parlemen

Analis Poltitik CIR : Peluang Gibran Nyapres di 2029 Tipis

Analis Poltitik CIR : Peluang Gibran Nyapres di 2029 Tipis
Pilpres 2029. (Ist)
Kamis, 11 Juni 2026 07:34 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Analis Politik Center for Indonesian Reform (CIR), Subhan Akbar, memperkirakan peluang anak sulung Mantan Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dicalonkan saat pilpres 2029 sangat tipis. Meskipun dukungan politik dan pendanaan cukup solid tapi situasi pencapresan di tahun 2029 akan lebih ketat dari sebelumnya.

Menurut Subhan, publik akan mengawasi dengan ketat persyaratan pencalonan yang dikeluarkan KPU. Proses verifikasi dokumen pencalonan akan menjadi perhatian publik menyusul adanya polemik keaslian Joko Widodo saat mendaftar ke KPU. Dan ini akan menyulitkan siapapun untuk memanipulasi dokumen pencalonan.

"Publik dan lembaga pengawas pemilu pasti akan menyoroti proses verifikasi dokumen ini. Publik tidak ingin kejadian 10 tahun lalu dimana proses verifikasi berkas pencalonan Joko Widodo tidak diverifikasi sesuai aturan. Akibatnya sekarang menimbulkan polemik," katanya.

Subhan memperkirakan dengan kondisi ini pihak sponsor Gibran akan berupaya mencari figur lain yang lebih aman secara dokumen. Jika masih berharap yang maju harus dari keluarga Joko Widodo maka pilihannya akan jatuh pada Kaesang.

"Trah Jokowi tetap akan dipakai dalam kontestasi pilpres nanti. Tapi pilihannya bukan Gibran. Tim pendukung akan mencari cara yang lebih aman untuk tetap mengikuti kontestasi politik lima tahunan itu. Caranya dengan mengganti Gibran dengan Kaesang sebagai salah satu kontestan," katanya. ***

wwwwww