Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
19 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
18 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
20 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Home  /  Berita  /  Kuliner

Tensi Mendidih di Selat Hormuz, Iran Bombardir Pangkalan Maritim AS di Bahrain

Tensi Mendidih di Selat Hormuz, Iran Bombardir Pangkalan Maritim AS di Bahrain
Ilustrasi drone militer Iran. (Foto: WANA/IRGC)
Rabu, 10 Juni 2026 12:09 WIB

JAKARTA - Pertempuran langsung yang melibatkan pangkalan utama maritim AS di Bahrain menandai babak baru konfrontasi bersenjata di Timur Tengah, Rabu (10/6/2026). Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim telah meluncurkan gelombang serangan pesawat tak berawak (drone) yang menyasar pangkalan pasukan Armada Kelima Amerika Serikat (AS) di Bahrain.

Langkah ofensif Teheran ini merespons tindakan jet-jet tempur milik militer AS yang secara agresif membombardir sejumlah wilayah di Iran bagian selatan pada dini hari waktu setempat. Eskalasi militer di kawasan Teluk kini berada di titik nadir yang sangat berbahaya.

Klaim Balasan Berantai IRGC

Saluran berita resmi pemerintah Iran, Press TV melaporkan bahwa komando tertinggi IRGC mengonfirmasi operasi udara menggunakan pesawat tanpa awak tersebut sengaja dikerahkan untuk menjaga kedaulatan teritorial mereka.

Pihak Teheran menyatakan hantaman rudal dari jet tempur Amerika sebelumnya telah merusak parah sebuah menara telekomunikasi penting serta menghancurkan dua fasilitas reservoir air bersih warga di wilayah pesisir Sirik. Bentrokan terbuka di Selat Hormuz ini dilaporkan masih terus berlangsung sengit hingga siang hari ini.

Mengingat tensi yang kian mendidih di lapangan, militer Iran mengisyaratkan kemungkinan besar akan mengambil langkah-langkah taktis yang jauh lebih agresif sebagai bagian dari rantai operasi pembalasan jilid berikutnya.

Dalih Membela Diri Pentagon

Ketegangan hebat di pertengahan tahun ini bermula ketika Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) secara resmi mengumumkan bahwa pasukan maritim dan udara mereka telah mulai melepaskan rentetan proyektil ke daratan Iran. Pihak Pentagon berkilah bahwa operasi pemboman ini merupakan tindakan 'membela diri'.

Langkah tersebut terpaksa diluncurkan setelah sebuah helikopter militer jenis Apache milik Angkatan Darat AS jatuh, akibat gangguan yang dituduhkan kepada militer Teheran dalam insiden sebelumnya.

Daftar Wilayah Terdampak Ledakan

Dampak dari gempuran kilat AS tersebut langsung dirasakan di sepanjang pesisir Provinsi Hormozgan. Beberapa laporan dari kantor berita setempat merinci situasi mencekam di lapangan:

  • Kantor Berita Tasnim: Menyebutkan wilayah Sirik, Pulau Qeshm, dan Minab menjadi sasaran empuk jet tempur Amerika, dengan sedikitnya enam ledakan besar terdengar menggelegar dan memicu kepanikan warga lokal. Otoritas penyiaran setempat juga memastikan sebuah proyektil misteri menghantam pusat Kota Sirik.
  • Kantor Berita Mehr: Mendeteksi adanya empat ledakan beruntun di sekitar Pelabuhan Jask serta satu dentuman keras di pinggiran kota Bandar Abbas.

Merespons situasi tersebut, sistem pertahanan payung udara di Bandar Abbas langsung diaktifkan secara penuh demi menghalau gempuran susulan. Militer Iran juga bergerak cepat dengan menyiagakan seluruh payung udara pertahanan mereka di wilayah Bandar Abbas, Qeshm, dan Sirik guna mengantisipasi manuver tak terduga dari pesawat tempur musuh.

Meskipun sifat serangan dan jumlah korban riil dari kedua belah pihak masih belum dirilis secara gamblang ke publik, konflik ini berpotensi menyeret seluruh kawasan ke dalam pusaran perang terbuka yang tak terkendali. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww