Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
12 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kuliner

Saling Serang di Timur Tengah Berujung Gempuran ke Pangkalan F-35 Yordania

Saling Serang di Timur Tengah Berujung Gempuran ke Pangkalan F-35 Yordania
Ilustrasi (inews.id)
Rabu, 10 Juni 2026 17:27 WIB

JAKARTA - Gesekan bersenjata antara pasukan Iran dan militer Amerika Serikat kembali mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah. Baku tembak mematikan yang terjadi, Rabu (10/6/2026), menjadi titik bentrok paling masif pascapemberlakuan kesepakatan gencatan senjata 8 April silam.

Adu kekuatan ini bermula dari pergerakan Komando Pusat AS (Centcom) yang mengarahkan moncong senjatanya ke sejumlah infrastruktur vital pertahanan Iran. Rangkaian serangan militer Washington tersebut difokuskan untuk melumpuhkan fasilitas pertahanan udara, stasiun kendali darat, dan titik radar pengawasan yang memantau perairan strategis di sekitar Selat Hormuz.

Langkah ofensif ini merupakan tindakan balasan atas kerugian alat utama sistem persenjataan yang dialami militer Amerika Serikat di kawasan semenanjung Arab.

"Helikopter AH-64 Apache AS ditembak jatuh di lepas pantai Oman oleh Iran sehingga AS berhak untuk membalas," ungkap Presiden AS, Donald Trump.

Serangan terhadap infrastruktur radar tersebut langsung memicu reaksi berantai dari otoritas militer Teheran. Tanpa menunda waktu, serangkaian proyektil diarahkan tepat ke 22 pangkalan militer Amerika Serikat yang berdiri di Timur Tengah. Gempuran balasan ini dirancang untuk memberikan pukulan taktis, terbukti dengan dijadikannya hanggar jet tempur F-35 di Yordania sebagai salah satu target utama penghancuran.

Membaca potensi perluasan konflik, Kementerian Luar Negeri Iran melontarkan peringatan tajam kepada negara-negara yang mendiami wilayah pesisir selatan Teluk Persia. Teheran menuntut negara-negara tersebut untuk tidak membiarkan wilayah kedaulatannya dipakai sebagai batu loncatan agresi militer Amerika Serikat.

"Sekali lagi mengingatkan semua negara di kawasan, terutama negara-negara di pantai selatan Teluk Persia, mengenai tanggung jawab hukum dan moral untuk mencegah penggunaan wilayah dan fasilitas mereka oleh Angkatan Darat AS dan Israel guna merencanakan, mengatur, melakukan, atau mendukung tindakan agresif terhadap Iran," jelas rilis resmi Kementerian Luar Negeri Iran.

Kementerian menekankan bahwa serangan darat maupun udara yang difasilitasi oleh negara tetangga akan dianggap sebagai ancaman yang sah untuk ditindak tegas. Iran berhak sepenuhnya membumihanguskan setiap pangkalan atau fasilitas logistik pendukung yang berafiliasi dengan musuh.

Lebih lanjut, manuver militer yang diperagakan Amerika Serikat dikecam keras sebagai bentuk pelecehan terhadap Piagam PBB. Pemerintah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk Dewan Keamanan, untuk segera turun gelanggang menjaga keamanan internasional dari pihak yang terus menyulut api peperangan.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Kuliner
wwwwww