Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
19 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
23 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Kampus

Mantan Pimpinan KPK Kritik Purnawirawan TNI Pimpin Ditjen Bea Cukai

Mantan Pimpinan KPK Kritik Purnawirawan TNI Pimpin Ditjen Bea Cukai
Senin, 01 Juni 2026 08:54 WIB

JAKARTA – Keputusan menempatkan figur dari luar jalur karier kepabeanan, khususnya purnawirawan TNI sebagai pucuk pimpinan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai menuai kritik tajam. Mantan pimpinan KPK, Saut Situmorang menilai langkah pergeseran figur tersebut justru memperparah karut-marut di institusi tersebut.

Sebagai institusi yang mengurus teknis lalu lintas barang dan potensi penerimaan negara, Bea Cukai membutuhkan sosok yang benar-benar memahami celah regulasi. Penempatan figur dari latar belakang militer terbukti tidak menjamin hilangnya praktik korupsi di lapangan.

"Sekarang ini kan dipimpin orang luar tuh. Ya kan, yang bekas TNI itu kan. Nah jadi maksud saya begini, pergeseran figur itu membuat dia semakin parah," urai Saut,bMinggu (31/5/2026).

Gagal Selesaikan Akar Masalah

Menurut analisis Saut, masalah utama Bea Cukai bukanlah soal siapa yang paling ditakuti, melainkan soal kemandirian institusi dalam menjalankan undang-undang. Pemimpin dari luar lingkungan kepabeanan sering kali terjebak dalam pusaran permainan calo pelabuhan.

Dampak negatif dari hilangnya kemandirian institusi ini meliputi:

  • Bea Cukai kehilangan taring untuk menindak langsung aktor mafia.
  • Banyaknya intervensi dari aparat keamanan lain di wilayah pelabuhan.
  • Pegawai dan pimpinan tersandera oleh oknum yang membekingi penyelundup.

"Mereka tahu juga siapa calo-calo di situ, siapa yang cawe-cawe di situ, mereka tersandera di situ," jelasnya.

***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Kampus
wwwwww