Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
20 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
23 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
42 menit yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
31 menit yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Home  /  Berita  /  Kampus

Bongkar Modus Kunci Inggris Isi Moge BMW, Saut Situmorang Sentil Kewenangan Bea Cukai

Bongkar Modus Kunci Inggris Isi Moge BMW, Saut Situmorang Sentil Kewenangan Bea Cukai
Senin, 01 Juni 2026 09:52 WIB

JAKARTA – Lemahnya sistem pengawasan di pelabuhan besar kerap menjadi celah bagi importir nakal untuk memanipulasi dokumen pengiriman. Mantan pimpinan KPK, Saut Situmorang menceritakan pengalaman absurd saat timnya membongkar penyelundupan motor gede (moge) mewah yang dokumennya dipalsukan menjadi perkakas bengkel.

Manipulasi manifes konyol tersebut adalah potret nyata rapuhnya sistem kepabeanan di Indonesia. Para penyelundup dengan berani memalsukan data demi menghindari pajak impor barang mewah yang sangat tinggi.

"Dulu kan pernah bongkar kontainer tuh di Tanjung Priok yang katanya isinya cuma kunci Inggris ternyata dalamnya itu BMW sepeda motor 1200 cc," sebut Saut, Minggu (31/5/2026).

Ketimpangan Wewenang dengan Negara Maju

Saut menjelaskan insiden moge tersebut terjadi karena petugas Bea Cukai di Indonesia tidak memiliki wewenang menindak orang, melainkan hanya barang. Hal ini berbanding terbalik dengan otoritas Customs di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Australia.

Perbedaan mencolok wewenang kepabeanan tersebut antara lain:

  • Kekuatan Strategis: Di luar negeri, otoritas Customs berada di garda terdepan keamanan negara, melampaui kekuatan badan intelijen seperti FBI atau CIA.
  • Objek Penindakan: Customs di Australia berhak menindak barang ilegal sekaligus orang yang membawanya secara penuh.
  • Fungsi Mandiri: Tidak ada campur tangan atau tumpang tindih kewenangan dengan instansi imigrasi maupun aparat lain.

"Kita tahu kalau di luar negeri ini, Customs ini malah lebih hebat dari FBI sama CIA karena di depan itu, dia menangani keamanan negara," terangnya.

Menurut Saut, penggabungan wewenang penindakan orang dan barang membuat otoritas di negara maju bekerja jauh lebih teliti dan bijaksana.

"Kalau Imigrasi cuma orang yang ditangani, tapi kalau Customs itu adalah barang yang dibawa dan orangnya. Jadi mereka lebih prudent ya," tambahnya.

***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kampus
wwwwww