Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
20 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
19 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
20 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Target Rupiah Menguat Pemerintah Siapkan Aksi Pekan Depan

Target Rupiah Menguat Pemerintah Siapkan Aksi Pekan Depan
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Sabtu, 23 Mei 2026 08:19 WIB

JAKARTA - Kementerian Keuangan bersiap mengeksekusi strategi baru guna mengerek naik nilai tukar rupiah ke posisi Rp15.000 per dolar Amerika Serikat. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan langkah konkret tersebut akan segera digulirkan pekan depan.

Instrumen utama dalam strategi ini adalah mengunci devisa hasil perdagangan internasional. Pasokan valas dalam negeri diharapkan melimpah setelah pemerintah menahan pelarian modal dari sektor komoditas unggulan.

"Minggu depan akan ada action dari saya untuk memperkuat nilai tukar. Nanti kalau itu mulai berjalan, kan hasil devisanya nggak lari ke mana-mana tuh dari ekspor batu bara, ekspor CPO juga akan tinggal di sini. DHE juga," urai Purbaya, Jumat (22/5/2026).

Penerapan regulasi anyar terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang dijadwalkan berlaku bulan depan juga menjadi fondasi tambahan untuk menopang kekuatan mata uang Garuda.

"DHE hasil ekspor yang mulai dijalankan lagi yang baru kan Juni, itu akan memperkuat semuanya. Itu mungkin," terangnya.

Selain fokus pada retensi devisa, pemerintah turut memantau kesehatan pasar obligasi negara. Penurunan tingkat imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) terbukti efektif menjaga daya tarik investasi dan menjamin kelancaran arus modal asing (capital inflow) sebagai penyokong nilai tukar.

"Ya, kita pakai doa yang kedua. Sudah, apa lagi? Kita sudah masuk ke bond kan. Bond-nya kan turun kan? Yield-nya kan turun, kan walaupun ada apa-apa. Asing masih banyak masuk juga bareng kita," ungkapnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Pasar & Niaga
wwwwww