Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
18 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Opini

Proyek Air Bersih Lhoksukon Terhenti Akibat Kebocoran Pipa Gas Lama

Proyek Air Bersih Lhoksukon Terhenti Akibat Kebocoran Pipa Gas Lama
Semburan api dari sumur bor yang dibuka warga Gampong Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (22/5/2026).
Sabtu, 23 Mei 2026 06:22 WIB

ACEH UTARA - Insiden semburan material gas dan pasir berlumpur mengejutkan masyarakat Gampong Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Kejadian yang disertai kobaran api hingga 75 meter ini muncul dari sebuah lubang proyek pengeboran sumur air, Kamis (21/5/2026).

Pengeboran tersebut merupakan inisiatif desa untuk memastikan ketersediaan pasokan air sawah saat musim kemarau tiba. Pekerjaan sudah memasuki hari keenam sejak dimulai, Sabtu (16/5/2026), dan telah menyentuh kedalaman 90 meter sebelum akhirnya semburan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB.

"Peristiwa itu terjadi di areal kebun sawit dan persawahan, tepat di lokasi pengeboran sumur air yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah masyarakat setempat," ujar Kasi Humas Polres Aceh Utara, AKP Bambang Sutrisno, melansir Antara, Jumat (22/5/2026).

Saat semburan pertama kali muncul, para pekerja bergegas mengangkat sebagian pipa dari dalam sumur. Diduga kuat mata bor mengenai infrastruktur gas usang yang tertanam di bawah lahan tersebut.

"Semburan api mencapai 75 meter, diduga terdapat pipa gas lama yang kemungkinan menjadi sumber awal terjadinya semburan gas," sambungnya.

Penanganan darurat segera dilakukan dengan melibatkan keahlian dari PT Pema Global Energi (PGE) hingga api sukses dipadamkan. Sebaran lumpur dari lubang pengeboran menyebabkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan ringan, memaksa sejumlah penghuninya mencari perlindungan sementara.

Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Lokasi semburan saat ini sudah disterilkan menggunakan pembatas untuk mengantisipasi masuknya warga ke area berbahaya.

"Kita akan terus melakukan pengamanan dan monitoring perkembangan situasi dan kondisi di lokasi serta memverifikasi beberapa warga yang mengungsi sementara guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Opini
wwwwww