Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
16 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
19 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Kampus

Prabowo Tegaskan Kedaulatan Komoditas Nasional Tanpa Intervensi Asing

Prabowo Tegaskan Kedaulatan Komoditas Nasional Tanpa Intervensi Asing
Presiden Prabowo Subianto
Rabu, 20 Mei 2026 13:11 WIB
JAKARTA – Kebijakan penentuan harga komoditas strategis seperti kelapa sawit, nikel, dan emas akan segera dirumuskan ulang oleh jajaran kabinet atas instruksi langsung Presiden RI, Prabowo Subianto. Keputusan ini diambil guna menghentikan praktik penentuan nilai jual sepihak oleh negara luar terhadap kekayaan alam Indonesia.

Pernyataan tersebut ditekankan dalam forum rapat paripurna di Gedung DPR/MPR, Senayan, Rabu (20/5/2026). Pemerintah menilai sudah waktunya Indonesia memiliki kedaulatan penuh atas setiap hasil bumi yang diproduksi.

"Saya mengatakan kepada menteri-menteri saya ini tidak boleh terjadi, kita tentukan harga kita," ujar Prabowo.

Sikap tanpa kompromi juga ditunjukkan terhadap potensi penolakan dari pasar internasional atas kebijakan harga baru kelak. Seluruh hasil produksi dalam negeri diproyeksikan untuk diserap guna memenuhi kebutuhan internal jika negosiasi dengan pihak luar tidak mencapai kesepakatan.

"Dan kalau mereka nggak mau beli pakai harga kita ya nggak usah beli, kita pakai kelapa sawit kita sendiri," sambungnya.

Sektor tambang menjadi sorotan utama agar sistem penjualannya tidak lagi dipengaruhi oleh kekuatan ekonomi negara lain. Menahan sumber daya alam agar tetap berada di dalam tanah dinilai jauh lebih rasional dibandingkan menjualnya secara murah.

"Dan kalau mereka nggak mau beli ya nggak apa-apa, biar aja itu di bawah tanah untuk cucu kita nanti daripada kita jual murah," urainya menutup penjelasan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Kampus
wwwwww