Imigrasi Turun Gunung di RSCM, Kawal Pembuatan Paspor Pasien Sakit Demi Pengobatan ke India
![]() |
| Petugas Imigrasi memotret pasien di RSCM untuk pembuatan paspor. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Petugas Imigrasi hadir langsung di ruang perawatan rumah sakit untuk melaksanakan wawancara dan pengambilan foto paspor, demi memastikan proses administrasi tidak menghambat penanganan medis sang anak yang dijadwalkan menjalani pengobatan lanjutan ke India.
Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus komitmen Imigrasi dalam memberikan layanan prima bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur, Pungki Handoyo, menegaskan bahwa pelayanan jemput bola bukan sekadar prosedur tambahan, tetapi merupakan mandat moral negara kepada warganya.
“Ketika masyarakat sedang berada dalam situasi genting, negara harus hadir lebih cepat daripada masalahnya. Layanan jemput bola ini adalah bentuk nyata komitmen kami untuk memastikan hak dan kebutuhan mendesak warga tetap terpenuhi, termasuk dalam kondisi sakit,” ujar Pungki kepada wartawan, Rabu (13/5).
Ia menambahkan bahwa setiap permohonan yang memerlukan penanganan khusus akan diprioritaskan, terutama bila menyangkut keselamatan dan kebutuhan medis.
“Kami tidak ingin prosedur administrasi menjadi hambatan bagi pasien yang harus segera berobat ke luar negeri. Petugas kami siap turun langsung ke lapangan, rumah sakit, atau lokasi mana pun ketika kondisi pemohon tidak memungkinkan datang ke kantor,” tambahnya.
Kehadiran petugas Imigrasi di rumah sakit turut mendapat apresiasi keluarga pasien yang merasa terbantu oleh proses yang lebih cepat, mudah, dan empatik.
Pelayanan Humanis Jadi Standar Baru Aparatur Imigrasi
Kegiatan ini mempertegas transformasi layanan Imigrasi yang kini tidak hanya mengandalkan inovasi digital, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis, responsif, dan proaktif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan layanan jemput bola seperti ini, Imigrasi Jakarta Timur membuktikan bahwa pelayanan publik dapat menjadi lebih berempati, adaptif, dan berorientasi pada kemanusiaan sejalan dengan semangat reformasi birokrasi. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Kampus, Balai Kota, Binawidya |











