Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
15 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
4 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
4 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kampus

Relawan Pemenangan Logis 08 Kritik Danantara, Pejabat Rangkap Jabatan Dinilai Ganggu Kinerja

Relawan Pemenangan Logis 08 Kritik Danantara, Pejabat Rangkap Jabatan Dinilai Ganggu Kinerja
Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo. (Ist)
Rabu, 13 Mei 2026 18:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Ketua Umum Relawan Prabowo – Gibran, Logis 08 Anshar Ilo, menilai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) belum menunjukkan kinerja yang optimal sejak dibentuk pemerintah.

Menurutnya, salah satu persoalan mendasar yang menghambat efektivitas lembaga tersebut adalah masih banyaknya pejabat yang merangkap jabatan di institusi lain.

Anshar Ilo mengatakan, kondisi tersebut berpotensi mengganggu fokus kerja dan memperlambat pengambilan keputusan strategis yang seharusnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Danantara dibentuk dengan harapan menjadi motor penggerak investasi nasional yang mampu mengelola aset negara secara profesional dan produktif. Namun hingga saat ini, kontribusinya terhadap perekonomian nasional belum terlihat signifikan,” ujar Anshar Ilo, Rabu (13/05).

Menurutnya, rangkap jabatan menimbulkan persoalan serius, mulai dari terbatasnya waktu dan perhatian pejabat, hingga potensi konflik kepentingan dalam proses pengambilan kebijakan.

Seperti, Rosan Perkasa Roeslani menjabat sebagai CEO Danantara pada saat yang sama juga menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM (kemudian Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM).

Selanjutnya, Dony Oskaria menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, juga menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN, lalu
Pandu Patria Sjahrir
menjabat sebagai Chief Investment Officer (CIO) Danantara, namun dikenal masih aktif dalam berbagai perusahaan dan entitas investasi swasta.

“Jika para pengambil keputusan masih disibukkan dengan tugas di lembaga lain, tentu sulit bagi Danantara untuk bekerja secara maksimal. Lembaga sebesar ini membutuhkan figur-figur yang fokus penuh dan memiliki komitmen total,” tegasnya.

Anshar juga menilai bahwa Danantara semestinya menjadi instrumen strategis untuk mengoptimalkan aset negara dan menempatkan investasi pada sektor-sektor produktif yang berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan industri nasional, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi Danantara, termasuk menata ulang komposisi pimpinan agar diisi oleh profesional yang dapat bekerja secara independen dan penuh waktu.

“Pemerintah perlu memastikan Danantara dikelola secara profesional, transparan, dan bebas dari konflik kepentingan. Dengan begitu, lembaga ini dapat bergerak lebih cepat dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional,” tutupnya. ***

wwwwww