Agustiar Yang Punya Cita-cita Jadi GM Itu Ternyata Gantikan Utut Adianto
![]() |
| Ketua Umum PB Percasi Agustiar Sabran saat menerima bendera Percasi dari GM Utut Adianto. (PB Percasi) |
Penulis: Azhari Nasution
“Saya sama sekali tak menduga. Dari kecil saya suka main catur. Saya bercita-cita ingin menjadi Grand Master (GM), seperti idola saya, Pak Utut Adianto. Sekarang saya justru dipercaya menjadi ketua umum PB Percasi,” ujar Agustiar dihadapan utusan 33 Pengurus Provinsi (Pengprov) Percasi.
Secara khusus, Agustiar mengucapkan terimakasih kepada Utut Adianto yang selama ini telah membimbingnya di catur. “Saya sangat berterima kasih pada Pak Utut. Dia idola saya. Dia senior saya di DPR. Saya akan terus berkomunikasi untuk memohon bimbingan sebagai ketua umum PB Percasi.”
Namun, Agustiar belum mau menyebutkan program apa saja yang akan dilakukan selama menjabat sebagai ketua umum. “Saya akan melakukan konsolidasi dengan pengurus PB Percasi yang baru untuk membahas program apa saja yang akan dilakukan,” tukasnya.
Sebagai bentuk rasa bersyukurnya, terpilih sebagai ketua umum PB Percasi, Agustiar memberikan uang saku Rp4 juta ke semua peserta Munas.Selain itu, dia secara dadakan menggelar turnamen catur untuk para peserta munas dengan menyiapkan hadiah total sebesar Rp30 juta.
Sementara itu mantan Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto yang sebelumnya memimpin PB Percasi dua periode berjanji akan terus memberi masukan kepada Agustiar.
“Saya akan terus memberi masukan ke Dia. Misalnya, Agustiar harus menyusun kepengurusan yang berkualitas. Dia orang yang peduli catur, Dia juga punya dana. Namun Kita juga harus memaklumi kesibukan Dia sebagai seorang gubernur. Saya berharap, Agustiar mampu mengangkat prestasi pecatur Indonesia,” jelas Utut.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir yang hadir pada acara pembukaan Munas mengayakan dukungan terhadap langkah PB Percasi untuk terus mencetak prestasi sekaligus mengembangkan catur ke arah sport industry dan sport tourism.
“Fundamental catur ini banyak diminati hingga ke kampung-kampung. Fakta tersebut memiliki peluang catur menjadi sports industry disamping sports tourism. Tentu utamanya mencetak dan melahirkan prestasi membanggakan untuk Indonesia,” kata Menpora Erick.
Dituturkan Erick, industri olahraga di Amerika Serikat saat ini telah bernilai sekitar 525 miliar dolar AS dan bisa berkembang lebih pesat. “Artinya pertumbuhan ekonomi harus terjadi selain ada government spending dan investasi privat sector serta daya beli masyarakat,” tutur Erick.
Dijelaskan Menpora, catur tidak hanya sebuah olahraga tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter bangsa melalui strategi, kedisiplinan yang tinggi dan kesabaran. Diharapkan kedepan akan hadir pecatur-pecatur muda bergelar Grand Master untuk menambah kualitas catur nasional.
“Kami dari pemerintah dengan segala keterbatasan kami juga mendorong adanya transformasi. Seperti di Kemenpora, kita juga dorong bertransformasi besar-besaran, karena dengan minim anggaran ini kita harus membuat program yang tepat sasaran. Kita juga membagi pelatnas menjadi tiga, atlet elite, atlet tengah dan atlet muda, transformasi ini harus terjadi karena harus ada regenerasi,” tutupnya. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Binawidya |











