Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melangkah ke Panggung Nasional, Remaja Asal Bukittinggi Haura Isra Fitriani Wakili Sumatera Barat di Bali
Nusantara
22 jam yang lalu
Melangkah ke Panggung Nasional, Remaja Asal Bukittinggi Haura Isra Fitriani Wakili Sumatera Barat di Bali
2
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Kementerian Pekerjaan Umum Revitalisasi Kawasan Danau Buatan
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Kementerian Pekerjaan Umum Revitalisasi Kawasan Danau Buatan
3
Ajang Kencana Fight 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Agung Nugroho Dorong Petarung Jalanan Raih Prestasi di Ring
Gelanggang
24 jam yang lalu
Ajang Kencana Fight 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Agung Nugroho Dorong Petarung Jalanan Raih Prestasi di Ring
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Habisi Nyawa Cucu Mpok Nori Karena Cemburu, Bule Irak Sempat Bersembunyi di Bogor dan Sukabumi

Habisi Nyawa Cucu Mpok Nori Karena Cemburu, Bule Irak Sempat Bersembunyi di Bogor dan Sukabumi
WN Irak bernama Fuad yang membunuh cucu Mpok Nori, Dwyntha Anggara, ditangkap di ruas Tol Tangerang-Merak saat akan kabur ke Sumatera, Sabtu (21/3/2026).(Dok. Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya)
Senin, 23 Maret 2026 13:43 WIB

JAKARTA – Pelarian Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad, warga negara Irak yang diduga menghabisi nyawa mantan istri sirinya, Dwintha Anggary, berakhir di tangan kepolisian. Cucu dari seniman legendaris Betawi, Mpok Nori, itu ditemukan tewas mengenaskan di rumah kontrakannya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

Kepala Subdit Resmob Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy mengungkapkan bahwa tersangka sempat berupaya menghilangkan jejak dengan berpindah-pindah lokasi persembunyian pasca-kejadian. Sebelum tertangkap, Fuad diketahui sempat melarikan diri ke wilayah Bogor hingga Sukabumi.

"Sebelum tertangkap, pelaku diketahui sempat berpindah-pindah tempat untuk menghilangkan jejak, mulai dari wilayah Bogor hingga Sukabumi," ujar Ressa, Senin (23/3/2026).

Drama pelarian pria asing ini akhirnya terhenti di ruas Tol Tangerang-Merak, Serang, Banten, Sabtu (21/3/2026). Saat itu, Fuad tengah berada di dalam bus menuju Sumatera dengan rencana akhir kembali ke negara asalnya, Irak. Namun, polisi bergerak lebih cepat sebelum ia sempat menyeberang pulau.

Motif di balik aksi keji ini diduga dipicu oleh api cemburu. Berdasarkan pengakuan tersangka, ia terlibat cekcok hebat dengan korban karena menuduh Dwintha menjalin hubungan dengan pria lain. Emosi yang tak terkendali berujung pada tindakan kekerasan yang merenggut nyawa korban.

Jasad Dwintha pertama kali ditemukan oleh ibu dan adiknya pada Sabtu dini hari setelah tidak ada respons dari dalam kamar. Sang adik yang masuk melalui jendela menemukan korban sudah tak bernyawa dengan kondisi luka di bagian kepala dan leher.

"Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi di lantai dan kasur terdapat darah mengering," jelas Ressa.

Kini, warga negara Irak tersebut harus menghadapi konsekuensi hukum yang berat. Polisi menjerat Fuad dengan Pasal 458 subsider Pasal 468 KUHP tentang pembunuhan. Atas tindakan sadisnya tersebut, tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww