Antisipasi Arus Balik Penyeberangan Sumatera-Jawa, Menhub Siapkan Skema Dermaga Ekstra
![]() |
| Ilustrasi (net) |
JAKARTA – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menyiapkan strategi komprehensif untuk menghadapi arus balik Lebaran 1447 Hijriah, khususnya pada lintasan penyeberangan kunci Sumatera-Jawa. Evaluasi mendalam terhadap puncak arus mudik yang terjadi pada 18 Maret 2026 lalu menjadi dasar penyempurnaan skenario operasional di lapangan.
Dudy menekankan pentingnya kecepatan respons dan ketepatan pengambilan keputusan untuk memastikan pemudik dapat kembali dengan aman dan lancar. Fokus utama saat ini adalah mengelola pergerakan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berlarut-larut.
“Puncak arus mudik sudah kita lewati. Saat ini, fokus kita adalah memastikan arus balik dapat dikelola lebih baik, dengan respons yang lebih cepat serta strategi yang lebih matang,” ujar Dudy di Jakarta, Minggu (22/3/2026).
Salah satu strategi teknis yang akan diakselerasi adalah aktivasi mekanisme tiba–bongkar–berangkat (TBB) di lima hingga enam dermaga sekaligus. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas layanan dan menekan potensi antrean panjang. Selain itu, pemerintah menyiapkan opsi penggunaan lintas alternatif melalui Pelabuhan Panjang–Krakatau Bandar Samudra (KBS) jika volume kendaraan melampaui daya tampung pelabuhan utama.
Pemanfaatan teknologi juga diperkuat melalui penggunaan pesawat nirawak atau drone untuk pemantauan secara real-time, terutama di wilayah Bakauheni. Hal ini memungkinkan petugas mengidentifikasi potensi antrean secara cepat dan akurat untuk segera dilakukan rekayasa lalu lintas.
Di sisi hulu, koordinasi dengan Korlantas Polri dilakukan guna mengoptimalkan buffer zone dan rest area melalui mekanisme delaying system. Skema ini berfungsi menahan laju kendaraan sebelum memasuki pelabuhan agar arus di dalam kawasan tetap terkendali.
"Setiap catatan selama arus mudik harus segera kami perbaiki. Jangan menunggu masalah membesar," tegas Dudy.
Menhub juga menyoroti pentingnya ketertiban administrasi dengan mewajibkan penerapan sistem satu NIK untuk satu tiket pada platform Ferizy. Langkah ini diambil guna memberantas praktik percaloan dan memastikan data manifest yang akurat. Selain itu, radius zona pembelian tiket akan diperluas hingga lebih dari 4 km untuk meminimalisasi penumpukan di titik-titik krusial menuju pelabuhan. ***| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tempo.co |
| Kategori | : | Kampus, Warga Bertuah, Binawidya |








