Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
13 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Federico Barba Rasakan Atmosfer Kompetisi di Bulan Ramadan

Federico Barba Rasakan Atmosfer Kompetisi di Bulan Ramadan
Bek Persib Bandung, Federico Barba. (Ileague.id)
Sabtu, 07 Maret 2026 05:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANDUNG - Musim pertama bagi bek asal Italia Federico Barba berkompetisi Super League 2025/2026. Berada di tengah-tengah lingkungan mayoritas pemain muslim di Persib Bandung, ia turut merasakan atmosfer berkompetisi di bulan Ramadan.

Bagi Barba ini hal yang lumrah terjadi di sepak bola, sebagai wujud toleransi dan menghargai ia rela menyesuaikan diri dengan budaya klub saat Ramadan. Seperti melaksanakan sesi latihan di malam hari mulai pukul 20.30 WIB, waktu yang sama dengan jam pertandingan.

“Kami hanya perlu mengubah waktu latihan, beradaptasi, atau seperti sekarang, kami menggelar latihan di waktu yang sama dengan jadwal pertandingan. Jadi bagi saya tidak ada yang berubah,” papar Barba.

Mantan pemain Como 1907 ini menuturkan dirinya tak merasa kesulitan beradaptasi dengan waktu kick off pertandingan yang lebih malam. Setiap pemain dituntut profesional melakoni laga dengan jam yang diberlakukan operator I.League.

“Sejujurnya ini tidak begitu asing karena di Eropa, kalian bisa lihat di televisi, kami bisa bermain kapan saja. Kami bisa saja bermain pada pagi hari, pukul 12 siang, pukul 12.30, atau bahkan malam hari, jadi bagi saya itu sama saja,” kata Barba.

Persib masih akan menjalani dua pertandingan lagi di masa bulan Ramadan. Menjamu Persik Kediri di pekan ke-25 pada Senin (9/3) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Menyusul partai tandang kontra Borneo FC Samarinda di Segiri pada 15 Maret mendatang. ***

wwwwww