Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Kampus

Kualitas Aspal Buruk Ancam Pemudik Lebaran 2026 di Ruas Kayu Agung

Kualitas Aspal Buruk Ancam Pemudik Lebaran 2026 di Ruas Kayu Agung
Senin, 02 Maret 2026 20:25 WIB

JAKARTA - Kualitas aspal yang memburuk serta minimnya fasilitas di sepanjang Tol Trans Sumatera memicu reaksi keras dari parlemen. Mengingat arus mudik Lebaran 2026 tinggal menghitung pekan, Anggota Komisi V DPR, Ruslan M Daud, menekan pemerintah dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk segera merampungkan pembenahan infrastruktur yang berisiko mengancam keselamatan pelintas.

Wakil rakyat tersebut mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait jalan berlubang, khususnya yang bertebaran di ruas Tol Kayu Agung-Palembang. Kondisi kerusakan tersebut dinilai sangat fatal bagi pengemudi.

"Kami tidak ingin jalan tol yang harusnya menjadi solusi kelancaran mobilitas, bukan justru menjadi titik rawan kecelakaan akibat kualitas aspal yang buruk," ungkap Ruslan di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Mencegah terjadinya kemacetan parah, ia mewanti-wanti agar seluruh perbaikan fisik jalan dipastikan tuntas sebelum lonjakan volume kendaraan pemudik memadati jalan bebas hambatan tersebut.

"Jangan sampai ada perbaikan yang justru baru dilakukan saat arus mudik sudah berjalan," tegurnya.

Selain menuntut perbaikan lubang jalan, Ruslan juga meminta optimalisasi elemen pendukung keselamatan berkendara. Sistem drainase harus dipastikan berfungsi normal untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, diiringi dengan pengecatan ulang marka jalan dan perbaikan lampu jalan.

"Penerangan yang baik sangat berpengaruh terhadap keselamatan pengemudi, terutama untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat kelelahan dan jarak pandang yang terbatas," jelasnya.

Sebagai pelengkap pelayanan, manajemen tempat istirahat atau rest area turut mendapat catatan khusus. Pengelola jalan tol diinstruksikan menjaga ketersediaan pasokan air bersih, memastikan higienitas toilet, dan menata sistem parkir agar penumpukan kendaraan dapat dihindari saat puncak arus mudik berlangsung.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Kampus
wwwwww