Kualitas Aspal Buruk Ancam Pemudik Lebaran 2026 di Ruas Kayu Agung
![]() |
JAKARTA - Kualitas aspal yang memburuk serta minimnya fasilitas di sepanjang Tol Trans Sumatera memicu reaksi keras dari parlemen. Mengingat arus mudik Lebaran 2026 tinggal menghitung pekan, Anggota Komisi V DPR, Ruslan M Daud, menekan pemerintah dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk segera merampungkan pembenahan infrastruktur yang berisiko mengancam keselamatan pelintas.
Wakil rakyat tersebut mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait jalan berlubang, khususnya yang bertebaran di ruas Tol Kayu Agung-Palembang. Kondisi kerusakan tersebut dinilai sangat fatal bagi pengemudi.
"Kami tidak ingin jalan tol yang harusnya menjadi solusi kelancaran mobilitas, bukan justru menjadi titik rawan kecelakaan akibat kualitas aspal yang buruk," ungkap Ruslan di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Mencegah terjadinya kemacetan parah, ia mewanti-wanti agar seluruh perbaikan fisik jalan dipastikan tuntas sebelum lonjakan volume kendaraan pemudik memadati jalan bebas hambatan tersebut.
"Jangan sampai ada perbaikan yang justru baru dilakukan saat arus mudik sudah berjalan," tegurnya.
Selain menuntut perbaikan lubang jalan, Ruslan juga meminta optimalisasi elemen pendukung keselamatan berkendara. Sistem drainase harus dipastikan berfungsi normal untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, diiringi dengan pengecatan ulang marka jalan dan perbaikan lampu jalan.
"Penerangan yang baik sangat berpengaruh terhadap keselamatan pengemudi, terutama untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat kelelahan dan jarak pandang yang terbatas," jelasnya.
Sebagai pelengkap pelayanan, manajemen tempat istirahat atau rest area turut mendapat catatan khusus. Pengelola jalan tol diinstruksikan menjaga ketersediaan pasokan air bersih, memastikan higienitas toilet, dan menata sistem parkir agar penumpukan kendaraan dapat dihindari saat puncak arus mudik berlangsung.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | rmol.id |
| Kategori | : | Kampus |











