Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
16 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kampus

Iran Tetapkan Hari Berkabung Nasional Buntut Serangan Udara Washington

Iran Tetapkan Hari Berkabung Nasional Buntut Serangan Udara Washington
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Minggu, 01 Maret 2026 10:56 WIB

JAKARTA - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas menyusul gempuran rudal gabungan dari Amerika Serikat dan Israel. Kematian tokoh utama negeri tersebut pada Sabtu (28/2/2026) telah dibenarkan oleh media lokal setempat yakni Tasnim beserta Fars News Agency.

Merespons insiden fatal ini, Pemerintah Iran langsung menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Jaringan televisi Al Jazeera turut melaporkan adanya pemberlakuan tujuh hari libur nasional sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sang pemimpin.

Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump menyampaikan klaim keberhasilan operasi militernya melalui jejaring Truth Social, Minggu (1/3/2026).

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," tulis Presiden AS, Donald Trump.

Kerja sama erat antara intelijen Washington dan Tel Aviv diklaim menjadi kunci jatuhnya target utama. Pelacakan berteknologi tinggi membuat operasi udara tersebut tidak bisa dihindari oleh pimpinan Iran maupun pejabat lain yang berada di lokasi penyerangan.

"Dia tidak dapat menghindari intelijen dan sistem pelacakan kami yang sangat canggih dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang dapat dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya, lakukan," papar Donald Trump.

Sebelum berita duka ini resmi tersiar, Kepala Hubungan Masyarakat Kantor Pemimpin Tertinggi Iran sempat membantah keras rumor yang beredar melalui laporan Reuters. Kabar tersebut awalnya dianggap sebagai taktik musuh pascaserangan rudal perdana yang menghantam ibu kota.

"Musuh sedang menggunakan perang mental, semua orang harus waspada," tegas Kepala Hubungan Masyarakat Kantor Pemimpin Tertinggi Iran.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Kampus, Kuliner
wwwwww