Tiga Petani Dicabik Saat Panen, Perburuan Beruang Liar Pasaman Barat Dimulai
![]() |
| Tim BKSDA Sumbar saat memasang kandang jebak beruang di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (15/2/2026) malam. |
PASAMAN BARAT – Suasana panen raya di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, mendadak berubah menjadi horor pada akhir pekan lalu. Seekor beruang liar yang muncul dari balik semak-semak mengamuk dan menyerang petani, memaksa Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menggelar operasi penangkapan khusus.
Tim gabungan BKSDA bersama Centre for Orangutan Protection (COP) kini tengah berpacu dengan waktu untuk mengamankan predator tersebut sebelum jatuh korban berikutnya. Sejak Sabtu (14/2/2026), kandang jebak (box trap) telah dipasang di jalur-jalur pelarian yang diduga dilalui satwa tersebut.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar, Antonius Vevri, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk meredam keresahan masyarakat sekaligus menyelamatkan satwa itu sendiri agar tidak diburu secara liar.
"Kandang jebak sudah kita pasang untuk menangkap beruang yang sempat melukai warga. Patroli dan penghalauan juga terus dilakukan secara intensif di sekitar lokasi kejadian," ujar Antonius, Senin (16/2/2026).
Insiden mencekam itu bermula pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Tanpa peringatan, beruang tersebut menyerang warga yang tengah memanen padi di area persawahan Labuah Barulak. Akibat serangan membabi buta itu, tiga warga yakni Aidil Putra (20), Sabri (65), dan Maijasman (63) mengalami luka-luka serius dan harus dilarikan ke RSUD Pasaman Barat serta Puskesmas Talu.
Pasca-serangan, ketegangan masih menyelimuti desa. Tim BKSDA dibantu perangkat nagari dan warga setempat terus menyisir jejak kaki dan tanda-tanda keberadaan beruang di sekitar hutan dan ladang. Antonius mengimbau warga untuk sementara waktu meningkatkan kewaspadaan dan tidak pergi ke ladang sendirian hingga situasi dinyatakan benar-benar aman.
"Situasi mulai kondusif, namun tim masih berjaga dan menyisir area," pungkasnya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kompas.com |
| Kategori | : | Warga Bertuah, Binawidya, Riau |











